Sertifikasi Da’i/Da’iyah Jelang Ramadhan 1447H: Dorong Moderasi Beragama dalam Bingkai Pancasila
Makassar (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com
Pengurus Besar Darul Da’wah wal Irsyad (DDI) menggelar kegiatan Sertifikasi Da’i/Da’iyah & Refreshing menjelang Ramadhan 1447H dengan tema “Dai DDI Bergerak Bersama, DDI Maju” di Hotel UIN Alauddin Makassar. Kegiatan yang bekerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) fokus pada penguatan moderasi beragama berdasarkan Pancasila.
Hadir sebagai narasumber dan tamu kehormatan adalah Kepala BPIP Prof Drs KH Yudian Wahyudi MA PhD, yang memberikan materi bertajuk “Moderasi Beragama dalam Kerangka Pancasila”. Turut hadir Direktur Sosialisasi dan Komunikasi BPIP RI serta Dr Ir Prakoso MM (Deputi Bidang Hubungan antar Lembaga Sosialisasi Komunikasi dan Jaringan BPIP), yang juga menjabat sebagai penanggung jawab kegiatan.
Juga menghadiri acara tersebut Prof Dr Sukardi Weda (Maheswara Utama BPIP RI), Majelis Syuyukh PB DDI, Ketua Umum PB DDI Pusat Prof Dr AGH Andi Syamsul Bahri Andi Galigo, serta perwakilan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan yang mewakili Gubernur Sulsel. Sebagai bagian dari rangkaian acara, disampaikan hikmah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW oleh Datuk Syekh Sayyid Aqil Al Mahdaly, serta materi dan doa oleh AGH Prof Dr Muhammad Faried Wajedy Lc MA.
Dalam laporannya, Dr Ir Prakoso menegaskan pentingnya memperkuat moderasi beragama sebagai cara pandang yang seimbang dalam menghargai perbedaan antar pemeluk agama. “Hal ini sejalan dengan Astacita yang pertama, yaitu memperkokoh ideologi Pancasila,” ujarnya.
Ketua Umum PB DDI Prof Dr AGH Andi Syamsul Bahri Andi Galigo menyampaikan kegembiraannya atas kerja sama dengan BPIP. Menurutnya, DDI telah menerapkan konsep wasathiyah Addariyah yang mencakup wasathiyyatul ummah, wasathiyatul Islam, dan wasathiyatu tadayyun (moderasi beragama). “Ukhuwah addariyah juga merangkumi ukhuwah wathoniyah, ukhuwah imaniyah, dan ukhuwah insaniyah. Dakwah wasatiyah yang kita lakukan di bulan Ramadan akan menjadi dakwah yang membangun dan diridai Allah SWT,” jelasnya.
Kepala BPIP Prof Drs KH Yudian Wahyudi MA PhD dalam sambutannya menyatakan bahwa Indonesia sebagai bangsa yang diridai Allah SWT memiliki sumber daya alam melimpah dan merupakan negara agraris-maritim terbesar di dunia. “Muslim harus menjadi yang paling cinta tanah air. Bhinneka Tunggal Ika adalah sunnatullah, dan kita memiliki kewajiban mengisi kemerdekaan dengan landasan tersebut melalui jabatan dan profesi masing-masing,” ucapnya.
Dalam sela-sela kegiatan, Prof Dr Sukardi Weda menilai acara ini sangat penting dan strategis. “Kegiatan ini bertujuan membekali para pendakwah dengan wawasan pembinaan ideologi Pancasila, sehingga nilai-nilai luhurnya dapat disampaikan dalam dakwah untuk terwujud masyarakat yang aman, harmonis, toleran, dan saling menghargai dalam NKRI,” pungkasnya.
(Syahruddin Cokkas)











