News Update Takalar
Edisi : Sabtu, 29 Juni 2024
Pemkab Takalar Melalui Dinas Pertanian, DiHarap Selamatkan Ribuan Hektar Padi di Dua Kecamatan.
Takalar (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com.
Ribuan hektar tanaman padi di wilayah Kecamatan Polongbangkeng Utara dan Selatan, Kabupaten Takalar di Landa kekeringan, sehingga terancam gagal panen.
Petani berharap agar pemerintah kabupaten Takalar melalui Dinas pertanian mencari solusi agar, ribuan hektar padi masyarakat di dua kecamatan ini bisa terselamatkan dari gagal panen.
Pemerintah kabupaten Takalar diharapkan koordinasi dengan pemerintah provinsi, agar Bendungan Pammukkulu bisa dibuka, demi menyelamatkan ribuan hektar padi masyarakat yang sebentar lagi siap panen.
Masyarakat petani yang ada di wilayah Polongbangkeng selatan, khususnya di Desa Cakura, Desa Surulangi, Kelurahan Bulukunyi, Kelurahan Pá'tene, Kelurahan Bontokadatto.
Jeritan hati para petani di dua kecamatan ini, segaja dimediakan agar pemerintah dan dewan perwakilan rakyat kabupaten Takalar, terutama P j Bupati Takalar, jangan hanya memimpin pembersihan di pasar Sentral yang langsung diberitakan beberapa media dan kegiatan lainnya yang tidak ada hubungannya, dengan kerugian besar seperti pada masyarakat didua kecamatan yakni Polongbangkeng Utara dan Kecamatan Polongbangkeng selatan, yang akan gagal panen.
Salah satu warga masyarakat dari kecamatan polongbangkeng selatan kepada wartawan media Dinensitv mengatakan, kami punya tanaman padi seluas satu hektar, sudah menghabiskan biaya puluhan juta rupiah, Dengan harapan akan kembali modal kalau padi bisa dipanen dengan baik, demikian diungkapkan dengan nada penuh harap.
Mengharapakan aliran air mengairi persawahan mereka untuk menyelamatkan ribuan hektare tanaman padi yang sebentar lagi dipanen.
Informasi dari berbagai masyarakat menyampaikan bahwa bendungan Pammukulu sengaja di tutup dilakukan penampungan air, karena sebentar lagi akan di resmikan oleh Bapak Presiden R I Joko Widodo.
Salah satu pengawas proyek jaringan Irigasi D I Panmukulu PT BRP Sopyan membenarkan bendungan masih dalam tahab pekerjaan torongan, dan air sengaja di tampung karena sebentar lagi akan di resmikan oleh Bapak Persiden R I. namun pihaknya berusaha bagaimana cara agar air bisa mengalir memenuhi kebutuhan para petani di polongbangkeng selatan.
Sementara Ketua P3A Nasir Lurang menyampaikan, Baru tiga hari yang lalu ditutup setelah dialirkan selama kurang lebih 3 minggu. Alhamdulillah pernah 2 kali tembus di BP 13 belakang pasar. Bahkan pernah tembus di BP 15 tapi tipis".
Kata pihak Bendungan ada yang mau di selesaikan didepan buangan pipa B O yang di pakai mengalirkan.
Insyaallah kalau sudah memungkinkan untuk gunakan, akan dialirkan kembali jelasnya.
Liputan : Natsir Tarang


