News Update Pangkep
Edisi : Rabu, 31 Juli 2024
Pesta Rakyat Mappadendang Season II Desa Bara Batu Kecamatan Labbakkang Kabupaten Pangkep.
Pangkajene dan Kepulauan pangkep (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com.
Pesta Rakyat Mappadendang Season II Desa Bara Batu Kecamatan Labakkang
Kabupaten Pangkep Selasa 30 Juli 2024
Gubernur Sulawesi Selatan, diwakili oleh Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan di dampingi oleh Bapak Wakil Bupati Pangkep dan para pejabat lainnya, di sambut dengan nGaruh di lanjutkan Tari Paduppa sebagai bentuk penghargaan kepada tamu atau pejabat dalam suatu acara adat Tari Mappadendang, oleh Remaji Desa Bara Batu mengawali acara awal pembukaan kemudian pembacaan sejarah Desa Bara Batu, oleh Doktorandes Arsyad Cipta dari lembaga adat Desa Bara Batu yang menyampaikan storis asal mulanya desa bara batu bahwa, pada desa taraweang merupakan desa induk sebelum pemekaran nanti pada tahun 1989 desa taraweang mengalami pemekaran menjadi 3 desa, kemudian berdiri sendiri yaitu Desa Taraweang itu sendiri.
Desa Batara dan Desa Bara Batu kemudian secara resmi Desa Bara Batu pada Tahun 1991. selanjutnya laporan ketua panitia Mappadendang Desa Bara Batu, sebagai momentum budaya untuk peningkatan produksi pertanian dan Mappadendang ini di laksanakan sebagai rasa syukur, kepada Allah Subahana wataala atas keberhasilan panen raya petani.
Pembacaan Doa sebagai bentuk memohon kepada Allah Subahana wataala agar kegiatan mappadendang diberikan Rahmat dan hidayatnya, yang di sampaikan dari kantor urusan Agama kecamatan Labakkang kemudian sambutan kepada kepala Desa Bara Batu menyampaikan, rasa bangga atas terselenggaranya acara Mappadendang Season II malam ini yang di laksanakan oleh masyarakat Desa Bara Batu.
terima kasih kepada P J Gubernur Sulawesi Selatan di wakili Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Terima kasih pula kami sampaikan kepada Bapak Wakil Bupati Pangkep, Anggota DPRD kabupaten Pangkep, Kapolres Pangkep, Dandim Pangkep, Direktur Semen Tonasa para pejabat Daerah kabupaten Pangkep ketua KTNA kabupaten Pangkep camat Labakkang, Kapolsek Labakkang bersama jajarannya, Danramil Labakkang bersama jajarannya para Desa dan Lurah serta Ormas atas kehadiran dalam acara Mappadendang, di sertai ucapan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat dan yang terkait, atas partisipasinya dalam kegiatan ini sekaligus kepala Desa Bara Batu tak lupa memohon maaf jika dalam acara Mappadendang ada hal hal yang kurang.
Peragaan Aplikasi memudahkan pendaftar warga secara bersama Bapak Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulawesi Selatan, Bapak Wakil Bupati Pangkep, Camat Labakkang dan Kepala desa Bara Batu dengan dilanjutkan Penampilan Tari 4 Etnis oleh Mahasiswa KkN Universitas Hasanuddin Makassar, di hadapan para tamu undangan Mappadendang.
Dilanjutkan sambutan Bupati Pangkep yang di wakili oleh Bapak Wakil Bupati Pangkep Haji Sahban Sammana SH. Bapak Bupati menyampaikan permohonan maaf dan salam hormat kepada kita semua oleh karena pak bupati, punya kegiatan yang tak kalah penting dengan acara mappedendang malam ini.
Mappadendang adalah tradisi budaya yang para orang tua kita. dulu lesung ini digunakan untuk menumbuk padi karena di jaman dulu belum ada pabrik namun kenyataannya Mappadendang ini hampir tidak terlihat, atau tidak kedengaran lagi setelah adanya pabrik dan alat mesin pertanian. oleh itu perlu jaga di lestarikan serta di budayakan.
aplikasi ini bagus untuk memudahkan pendaftaran warga yang bisa menjadi contoh seperti Desa Bara Batu dan Wakil Bupati Berharap agar semua desa dan Lurah bisa mempunyai aplikasi juga.
Sambutan PJ Gubernur di wakili oleh Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Propinsi Sulawesi Selatan Bapak Andi Munawir S P t M M di awali dengan permohonan maaf, dan salam dari Bapak Gubernur kepada Wakil Bupati para pejabat Daerah serta masyarakat kabupaten Pangkep, karena Bapak Gubernur punya acara yang bersamaan dengan acara Mappadendang Desa Bara baru.
Bapak Gubernur sangat mengapresiasi kegiatan Mappadendang yang di laksanakan oleh masyarakat Desa Bara Batu Kecamatan Labakkang karena mappedendang seperti ini, sudah langka dan hampir tidak ada lagi. Mappadendang ini budaya tradisi yang harus di lestarikan bahkan di jaga agar masyarakat tetap membutuhkan namanya mappadendang seperti yang telah di lakukan oleh para orang tua kita dulu.
Pelaksanaan Mappadendang di peragakan oleh Ibu Ibu dan Bapak Bapak masyarakat Desa Bara Batu kemudian di lanjutkan dengan Tari Bissu serta di tutup dengan Mappadendang, yang menggunakan 2 lesun dan lebih meriahnya mappedendang tersebut karena kepada Desa Bara Baru bersama istri ikut dalam Mappadendang.
Liputan : Andi Ahmad Karaeng Baso





