DIA : SULSEL BUTUH PERUBAHAN
Catatan Ringan dari Selatan Sulsel_
Oleh : Agus Salim Dg Ngago
Kontestasi pemilihan kepala daerah di Sulawesi Selatan sudah memasuki babak kampanye untuk menjelaskan tentang visi dan misi masing masing kandidat yang maju dalam pertarungan demokrasi. Pemilihan kali ini tidaklah sama dengan lima tahun lalu. Perbedaannya dilaksanakan secara serentak. Merupakan sejarah baru dalam demokrasi dinegeri kita tercinta. Sulawesi Selatan dengan dua puluh empat kabupaten/kota yang ada di dalamnya juga melaksanakan pesta politik dan demokrasi. Tetapi tulisan ini lebih pada sepak terjang Ramdhan Pomanto yang akrab di sapa Danny Pomanto DP dan Azhar Arsyad yang kemudian di singkat DIA.
DP yang memimpin Makassar kurang lebih satu dasawarsa atau dua periode menunjukkan perkembangan kota Makassar yang cukup signifikan. Betapa tidak, bila dilihat dari pertumbuhan ekonominya pasca terjadinya "badai" covid19 menunjukkan trend meningkat jika sebelumnya mengalami inflasi yang cukup tinggi, meskipun masih di bawah rata rata nasional.
Namun disisi lain pemerintah kota Makassar di bawah nakhoda DP mengalami pertumbuhan pendapatan asli daerah yang memecah rekor. Betapa tidak, Pemerintah kota Makassar tidak dan belum pernah mencapai pendapatan asli daerah dalam kurun waktu dua dekade terakhir hingga satu triliun rupiah, tetapi pada 2023, capaian pendapatan asli daerah lebih dari satu triliun rupiah.
Ini sungguh luar biasa. Kota Makassar juga mendapatkan lebih dari tiga ratus penghargaan dalam satu dekade terakhir di bawah kepemimpinan DP. Walaupun sejatinya penghargaan itu merupakan "bonus" dari kinerja yang apik, juga menandakan adanya apresiasi dari pihak luar yang menghargai apa yang dilakukan oleh jajaran pemerintah kota.
Ada dua hal yang merupakan ikon kinerja yang menjadi inspirasi daerah lain untuk melakukan hal serupa yang selama ini dilakukan oleh DP, yakni pertama, dilaksanakannya Festival 8 (F8) yang merupakan pertunjukan pelbagai aspek dari penggambaran budaya dan kearifan lokal yang disandingkan dengan pertunjukan yang menggunakan teknologi dan digitalisasi.
Sejak dilaksanakan pada 2015 hingga 2024 beberapa waktu lalu, ini menjadi daya tarik para wisatawan lokal maupun mancanegara negara untuk datang di kota Makassar, kedua, adalah rapat koordinasi dengan mengundang banyak pembicara beken yang bisa menginspirasi aparatur di jajaran pemkot Makassar untuk lebih termotivasi meningkatkan kinerja serta lahirnya berbagai inovasi di setiap organisasi perangkat daerah.
Bagi DP tiada hari tanpa motivasi dan inovasi sehingga pemkot Makassar masuk dalam jajaran kota di Asia Tenggara menjadikan kota pintar, smart city. Berangkat dari pelbagai hal yang sudah dikerjakan di kota Makassar itu mendorong DP untuk ikut kontestasi pemilihan Gubernur berpasangan dengan Azhar Arsyad yang juga punya pengalaman yang cukup banyak dalam pelbagai kegiatan.
Sebagai ketua Partai Kebangkitan Bangsa Sulawesi Selatan, tentu saja punya kapital personal yang cukup mumpuni selain tentu saja mengandalkan mesin partai. Di mana PKB ini punya kursi cukup solid diberbagai daerah. Bila mesin partai ini bisa berjalan optimal dan maksimal, bukan tidak mungkin untuk meraup simpati rakyat di Sulawesi Selatan.
Danny Ponanto punya keunggulan yang tidak dimiliki oleh calon lainnya, pertama, dia cukup mumpuni dalam mengakselerasi kinerja dalam pemerintahan. Walaupun posisi kota Makassar oleh banyak pihak dianggap hanya bagian kecil dari Sulsel dengan jumlah penduduk trbanyak, tapi jangan lupa bahwa keberhasilan Sulawesi Selatan ada di kota Makassar. Keberhasilan pemerintah propinsi Sulawesi Selatan banyak disumbangkan oleh kota Makassar.
Dari banyak sisi, kota Makassar penopang terbesar Sulawesi Selatan. Sehingga jika mau jujur keberhasilan propinsi Sulawesi Selatan selama ini banyak ditunjang oleh kemampuan manajemen kota Makassar, apatahlagi dalam satu dasawarsa terakhir. Oleh karenanya, tidak perlu diragukan kepemimpinan DP untuk menjadikan Sulawesi Selatan dua kali tambah baik. Jargon yang kerap kali disampaikan DP dalam berbagai kesempatan.
Bahkan, bila rakyat Sulawesi Selatan memberi amanah kepadanya, DP berkomitmen untuk meningkatkan pendapatan asli propinsi dari yang saat ini kurang lebih empat triliun rupiah menjadi delapan triliun dalam lima tahun mendatang. Itu bukan hal yang muskil. Rasional dan bisa dicapai dengan sejumlah terobosan yang akan dia lakukan. Juga dengan keberadaan wakilnya. Azhar Arsyad, bukan hanya seorang petinggi partai tetapi juga seorang ustadz yang paham agama, yang tentu saja diperlukan pengamalan ajaran agama yang disebut dengan kinerja.
Untuk memenangkan DIA dalam pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan, paling tidak ada beberapa hal yang perlu dilakukan, pertama, harus banyak turun langsung ke lapangan, berdialog dengan rakyat, menyerap apa yang dibutuhkan dan menjadi kepentingan rakyat, kedua, membawa gagasan baharu dan inovasi apa yang sesuai dengan persoalan yang ada di tengah rakyat, ketiga, membuat terobosan program yang tidak biasa biasa saja. Terutama upaya untuk memberi subsidi tepat sasaran khususnya di bidang pertanian dan infrastruktur, keempat, pelibatan rakyat dalam seluruh proses penyelenggaraan pembangunan dan kemasyarakatan yang dibuat oleh pemerintah dan kelima, mendorong terbangunnya sikap sosial dan kepedulian rakyat terhadap dinamika lingkungan dan sosial yang terjadi tengah tengah rakyat.
Paling tidak bahwa rakyat merasa terpedulikan secara langsung dan kontinyu. Bukan dibutuhkan suaranya belaka dalam lima tahun setelah itu rakyat malah terpinggirkan. Ini menurut hemat saya yang seyogyanya menjadi perhatian khusus DIA dalam mengarungi politik dan demokrasi dan diamanahi oleh rakyat memimpin Sulsel.
Semoga.
Sekretaris PKB Kabupaten Gowa


