Notification

×

Iklan

Iklan

DIA : SULSEL BUTUH PERUBAHAN Catatan Ringan dari Selatan Sulsel_

9/30/24 | Senin, September 30, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-09-30T05:04:59Z

DIA : SULSEL BUTUH PERUBAHAN

Catatan Ringan dari Selatan  Sulsel_ 

Oleh  : Agus Salim Dg Ngago

Kontestasi pemilihan kepala daerah di Sulawesi  Selatan  sudah memasuki babak kampanye untuk menjelaskan tentang visi dan misi masing masing kandidat yang maju dalam pertarungan demokrasi. Pemilihan kali ini tidaklah sama dengan lima tahun lalu. Perbedaannya dilaksanakan secara serentak. Merupakan sejarah baru dalam demokrasi dinegeri kita tercinta. Sulawesi Selatan  dengan dua puluh empat kabupaten/kota yang ada di dalamnya juga melaksanakan pesta politik dan demokrasi. Tetapi tulisan ini lebih pada sepak terjang Ramdhan Pomanto  yang akrab di sapa Danny Pomanto DP  dan Azhar Arsyad yang kemudian di singkat DIA. 

DP yang memimpin Makassar  kurang lebih satu dasawarsa atau dua periode menunjukkan perkembangan kota Makassar  yang cukup signifikan.  Betapa tidak, bila dilihat dari pertumbuhan ekonominya pasca terjadinya "badai" covid19 menunjukkan trend meningkat jika sebelumnya mengalami inflasi yang cukup tinggi, meskipun masih di bawah rata rata nasional. 

Namun disisi lain pemerintah kota Makassar di bawah nakhoda DP mengalami pertumbuhan pendapatan asli daerah yang memecah rekor. Betapa tidak, Pemerintah kota Makassar tidak dan belum pernah mencapai pendapatan asli daerah dalam kurun waktu dua dekade terakhir hingga satu triliun rupiah, tetapi pada 2023, capaian pendapatan asli daerah lebih dari satu triliun rupiah. 

Ini sungguh luar biasa. Kota Makassar juga mendapatkan lebih dari tiga ratus penghargaan dalam satu dekade terakhir di bawah kepemimpinan DP. Walaupun sejatinya penghargaan itu merupakan "bonus" dari kinerja yang apik, juga menandakan adanya apresiasi dari pihak luar yang menghargai apa yang dilakukan oleh jajaran pemerintah kota. 

Ada dua hal yang merupakan ikon kinerja  yang menjadi inspirasi daerah lain untuk melakukan hal serupa yang selama ini dilakukan oleh DP, yakni pertama, dilaksanakannya  Festival 8 (F8) yang merupakan pertunjukan pelbagai aspek dari penggambaran budaya dan kearifan lokal yang disandingkan dengan pertunjukan yang menggunakan teknologi dan digitalisasi.  

Sejak dilaksanakan pada 2015 hingga 2024 beberapa waktu lalu, ini menjadi daya tarik para wisatawan lokal maupun mancanegara negara untuk datang di kota Makassar, kedua, adalah rapat koordinasi dengan mengundang banyak pembicara beken yang bisa menginspirasi aparatur di jajaran pemkot Makassar untuk lebih termotivasi meningkatkan kinerja serta lahirnya berbagai inovasi di setiap organisasi perangkat daerah. 

Bagi DP tiada hari tanpa motivasi dan inovasi sehingga pemkot Makassar masuk dalam jajaran kota di Asia Tenggara  menjadikan kota pintar,  smart city. Berangkat dari pelbagai hal yang sudah dikerjakan di kota Makassar itu mendorong DP untuk ikut kontestasi pemilihan Gubernur berpasangan dengan Azhar Arsyad yang juga punya pengalaman yang cukup banyak dalam pelbagai kegiatan. 

Sebagai ketua Partai Kebangkitan Bangsa Sulawesi Selatan, tentu saja punya kapital personal yang cukup mumpuni selain tentu saja mengandalkan mesin partai.  Di mana PKB ini punya kursi cukup  solid diberbagai daerah. Bila mesin partai ini bisa berjalan optimal dan maksimal, bukan tidak mungkin untuk meraup simpati rakyat di Sulawesi Selatan. 

Danny Ponanto punya keunggulan yang tidak dimiliki oleh calon lainnya, pertama, dia cukup mumpuni dalam mengakselerasi kinerja dalam pemerintahan. Walaupun posisi kota Makassar oleh banyak pihak dianggap hanya bagian kecil dari Sulsel dengan jumlah penduduk trbanyak, tapi  jangan lupa bahwa keberhasilan  Sulawesi Selatan ada di kota Makassar. Keberhasilan pemerintah propinsi Sulawesi Selatan banyak disumbangkan oleh kota  Makassar. 

Dari banyak sisi, kota Makassar penopang terbesar Sulawesi Selatan.  Sehingga jika mau jujur keberhasilan propinsi Sulawesi Selatan selama ini banyak ditunjang oleh kemampuan manajemen kota Makassar, apatahlagi dalam satu dasawarsa terakhir. Oleh karenanya, tidak perlu diragukan kepemimpinan DP untuk menjadikan Sulawesi Selatan dua kali tambah baik. Jargon yang kerap kali disampaikan DP dalam berbagai kesempatan. 

Bahkan, bila rakyat Sulawesi Selatan  memberi amanah kepadanya, DP berkomitmen untuk meningkatkan  pendapatan asli propinsi dari yang saat ini kurang lebih empat triliun rupiah  menjadi delapan triliun dalam lima tahun mendatang. Itu bukan hal yang muskil.  Rasional dan bisa dicapai dengan sejumlah terobosan yang akan dia lakukan. Juga dengan keberadaan wakilnya.  Azhar Arsyad,  bukan hanya seorang petinggi partai tetapi juga seorang ustadz yang paham agama, yang tentu saja   diperlukan pengamalan ajaran agama yang disebut dengan kinerja.  

Untuk memenangkan DIA dalam pemilihan Gubernur Sulawesi  Selatan,  paling tidak ada  beberapa hal yang perlu dilakukan,  pertama,  harus banyak turun langsung ke lapangan,  berdialog dengan rakyat, menyerap apa yang dibutuhkan dan menjadi kepentingan rakyat, kedua, membawa gagasan baharu dan inovasi apa yang sesuai dengan persoalan yang ada di tengah rakyat, ketiga, membuat terobosan program yang tidak biasa biasa saja. Terutama upaya untuk memberi subsidi tepat sasaran khususnya di bidang pertanian dan infrastruktur, keempat, pelibatan rakyat dalam seluruh proses penyelenggaraan pembangunan dan kemasyarakatan yang dibuat oleh pemerintah dan kelima, mendorong terbangunnya sikap sosial dan kepedulian rakyat terhadap dinamika lingkungan dan sosial yang terjadi tengah tengah rakyat. 

Paling tidak bahwa rakyat merasa terpedulikan secara langsung dan kontinyu. Bukan dibutuhkan suaranya belaka dalam lima tahun setelah itu rakyat malah terpinggirkan. Ini menurut hemat saya yang seyogyanya  menjadi perhatian khusus DIA  dalam mengarungi politik dan demokrasi dan diamanahi oleh rakyat memimpin Sulsel. 

Semoga. 

Sekretaris  PKB Kabupaten Gowa

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update