Notification

×

Iklan

Iklan

IP-300 Mulai Diterapkan Dinas Pertanian Tanaman Pangan

8/21/25 | Kamis, Agustus 21, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-08-21T07:53:01Z

IP-300 Mulai Diterapkan 
Dinas Pertanian Tanaman Pangan 
    
Banyuasin (Sumatera Selatan), dimensitivinews.com.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan melaksanakan program Ip 300 di Desa Upang Mulya kecamatan Makarti jaya.
Rabu 20/08/2025.

Pada sektor pertanian merupakan salah satu potensi yang dapat mempercepat menurunkan angka kemiskinan di Sumatera Selatan. Pelaksanaan program IP 300, di hadiri oleh Bupati Banyuasin Dr H Askolani SH MH beserta rombongan dan Kepala dinas pertanian TPH Provinsi Sumatera Selatan, PJ swasembada pangan provinsi Sumatera Selatan, ketua dan anggota DPRD Banyuasin, Komandan Kodim 0430, kepala kepolisian Resor Banyuasin, Polsek Makarti jaya.Camat dan para kades se-kecamatan Makarti jaya.


Hal itu dikemukakan Kepala dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan. Sarip saat tanam perdana Padi IP 300  yang dipusatkan di lokasi lahan Gapoktan Desa Upang Mulya  Kecamatan Air Makarti jaya, Kabupaten Banyuasin.

Bupati Banyuasin menyambut baik adanya pelaksanaan pemerintah pusat melalui Kementan  dengan penanaman perdana Padi Indeks Pertanaman IP 300 diharapkan akan membawa kesejahteraan bagi petani Sumatera Selatan,” katanya.


Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Banyuasin, mengatakan, melalui program  pemerintah berupaya berinovasi dengan cara mengubah lahan yang dulunya tidak produktif menjadi produktif. Jika sebelumnya lahan yang ditanami padi hanya panen sekali dalam satu tahun, maka melalui teknologi dapat ditingkatkan dua kali panen dalam setahun.

Menurut dia, peningkatan hasil produksi pertanian tidak bisa hannya diusahakan oleh satu pihak, namun banyak faktor yang mempengaruhi. Di antaranya kesiapan sarana pengairan (irigasi), ketersediaan pupuk, benih unggul, pemeliharaan tanaman dan yang terpenting adalah semangat dan produktivitas petani.


“Kita berharap melalui program ini ada peningkatan produksi. Jika sebelumnya 6 s/d 7 ton/hektare (ha), naik menjadi 8  s/d 9 ton/ha. Karena itu, petani saya ajak untuk menggunakan teknologi salah satunya penggunaan alat ukur pH air dan tanah sebelum menanam benih,” jelasnya.

"Sarip Sp MM,  juga meminta Bupati Banyuasin untuk memberikan perhatikan pada petani untuk  membantu dan  dapat  dalam penyerapan beras dan gabah petani.


“Harapan saya, kepala daerah juga ikut andil dalam penyerapan hasil produksi. Jangan petani kita pacu berproduksi tinggi, namun tidak ada upaya maksimal dalam penyerapan gabah. Demikian juga dengan Bulog saya minta tetap optimal dalam membeli beras dan gabah petani,” tuturnya.

Dilanjutkan Kades Upang Mulya, Kecamatan Makarti jaya H.Sabir, menyebutkan, dalam program  di desa yang dipimpinnya melibatkan Gapoktan dan kelompok tani dengan luasan lahan kelompok tani yang masuk dalam program, yang ditanami padi IP 300. “Harapan kami, semoga Desa Upang Mulya dapat memberikan andil dalam mendukung Sumsel sebagai lumbung pangan,” ujarnya.


Di tempat terpisah, Robangin ,PPL desa Upang Mulya,"  meminta agar lahan pasang surut di Kecamatan Makarti jaya pada akhir Agustus sudah selesai dan kondisinya 100%.

Dia menjelaskan, sawah adalah masa depan Indonesia. Terdapat 100 juta ha yang bisa dijadikan untuk lahan pertanian produktif, antara lain di Sumatra Selatan “Kita fokus untuk penyelesaian program ini karena program  yang terbesar,” katanya.


Kementan memang sedang gencar menggarap lahan rawa lebak dan pasang surut. Kementan pun memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) berupa excavator (ekskavator), yang diberikan kepada masyarakat tani agar dioptimalkan pemanfaatannya. “Dengan memanfaatkan ekskavator tersebut, maka lahan rawa dan lebak menjadi produktif, seperti di Sumatera Selatan,” tandas Robangin.

 Berdasarkan pantauan, bantuan tersebut bekerja optimal untuk pengerukan saluran irigasi yang mengalami pendangkalan, pembuatan jalan usaha tani dan optimasi lahan rawa lebak dan lahan rawa pasang surut.


“Ini sesuai arahan Menteri Pertanian. Alsintan dan ekskavator harus bekerja optimal sehingga  menjadi lahan sawah produktif,” ujarnya.

“Selain itu, infrastruktur irigasi di lahan belum lengkap. Kemudian keterbatasan tenaga kerja pertanian dan jaminan harga dan pemasaran rendah,” ujarnya.

“Kegiatan ini guna menetapkan lahan yang layak untuk pelaksanaan. Saat Secara teknis luasan lahan ini telah dinyatakan aman, air bisa dikelola atau diatur,” tegasnya.

(Yusan)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update