Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru Resmi Membuka Pelatihan Vokasi dan Produktivitas
Barru (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, M.M, secara resmi membuka Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Berbasis Kompetensi Smart Farming yang diselenggarakan di Kantor BPP Kecamatan Mallusetasi. Pembukaan pelatihan ini ditandai dengan pemasangan baju seragam pelatihan kepada peserta, sebagai simbol dimulainya kegiatan secara resmi.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Barru melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep, dalam rangka mendorong kemajuan sektor pertanian berbasis teknologi digital. Pelatihan ini diikuti oleh 16 peserta yang berasal dari perwakilan desa dan kelurahan se-Kecamatan Mallusetasi.
Program pelatihan ini direncanakan berlangsung selama 25 hari kerja, menggunakan metode tatap muka, daring, dan praktik lapangan langsung. Para peserta akan mendapatkan sertifikat BNSP resmi dari BPVP apabila berhasil menyelesaikan pelatihan dan dinyatakan lulus.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan ini sejumlah pejabat dan perwakilan instansi terkait, antara lain:
1. Ir. Ahmad, M.M – Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru
2. M.A. Habibi Kadir, S.T., M.M – Plt. Kepala BPVP Pangkep
3. Munahar, S.T – Subkoordinator Pemberdayaan
4. Hj. Fauziah, S.P – Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru
5. Burhan, S.ST– Koordinator BPP Mallusetasi dan Penyuluh Pertanian Desa Nepo
Dalam sambutannya, M.A. Habibi Kadir menjelaskan bahwa BPVP Pangkep membina lima kabupaten, yaitu Pangkep, Barru, Pinrang, Pare-Pare dan Sidrap. Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menjawab tantangan pertanian modern melalui pendekatan kompetensi dan teknologi.
“Kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Pelatihan ini bukan hanya teori, tapi juga praktik langsung yang nantinya dapat diterapkan di desa masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Munahar, S.T, selaku Instruktur pelatihan, menyatakan bahwa peserta akan diberikan materi secara menyeluruh, baik secara luring maupun daring, serta mendapatkan kesempatan bertanya agar pemahaman materi lebih optimal.
“Kami terbuka bagi peserta yang ingin bertanya atau berdiskusi jika ada hal yang belum dipahami. Harapannya, ilmu yang didapat bisa diaplikasikan langsung di lapangan,” tambahnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, M.M, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pelatihan ini dan berharap kegiatan ini dapat menjadi tonggak dalam transformasi sektor pertanian di Barru menuju sistem yang lebih modern dan berkelanjutan.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Ini adalah peluang besar bagi peserta untuk meningkatkan kompetensi, khususnya dalam pemanfaatan teknologi smart farming yang menjadi kebutuhan di era sekarang,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan mampu menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing setelah pelatihan selesai.
Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong transformasi menuju pertanian digital yang produktif dan berdaya saing tinggi.
(Darman)


