Notification

×

Iklan

Iklan

Ketua Laskar Merah Putih Pesawaran Turun Langsung ke Rumah Gina: “Kedua Belah Pihak Sudah Saling Memaafkan dan Berpelukan Haru”

10/23/25 | Kamis, Oktober 23, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-23T15:25:07Z

Ketua Laskar Merah Putih Pesawaran Turun Langsung ke Rumah Gina: “Kedua Belah Pihak Sudah Saling Memaafkan dan Berpelukan Haru”

Pesawaran (Lampung), dimensitivinews.com.

Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Markas Cabang Pesawaran, Samsul Bahri, turun langsung ke kediaman Gina, siswi SMPN 13 Bandar Lampung yang sempat viral akibat dugaan kasus bullying dan depresi yang dialaminya.

Samsul bersama tim tiba di rumah Gina yang berlokasi di Dusun Margo Rejo, Desa Kurungan Nyawa, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, dan disambut hangat oleh keluarga Gina. Saat itu, di lokasi juga telah hadir pihak sekolah, yakni Kepala Sekolah SMPN 13, wali kelas, serta tiga orang guru pendamping.

“Sesampainya kami di rumah Gina, saya melihat sudah ada pihak sekolah. Saya langsung menanyakan soal berita yang beredar, bahwa Gina dibully dan bahkan sempat dikatakan akan dikeluarkan dari sekolah. Ada kabar yang menyebut guru pernah bilang, lebih baik kamu saya keluarkan daripada merusak siswa lain. Karena ini wilayah kami di Pesawaran, saya sebagai Ketua LMP Markas Cabang Pesawaran merasa perlu menanyakan kebenarannya,” ujar Samsul Bahri.

Menanggapi hal itu, pihak sekolah memberikan klarifikasi bahwa mereka tidak pernah memberhentikan Gina dari sekolah, dan tidak ada guru yang mengucapkan pernyataan seperti yang beredar di media.

“Pihak sekolah menjelaskan dengan terbuka, bahwa mereka tidak pernah mengeluarkan Gina. Bahkan mereka menyampaikan permohonan maaf atas situasi yang sempat viral,” lanjut Samsul.

Sementara itu, ibu Gina, Misna Megawati, sempat mengingat bahwa pernah ada guru yang mengatakan hal serupa, namun ia tidak lagi mengingat siapa guru tersebut. Setelah penjelasan panjang antara kedua belah pihak, suasana berubah haru ketika pihak sekolah dan keluarga Gina saling memaafkan dan berpelukan sambil menangis.

“Alhamdulillah, semuanya sudah berakhir dengan damai. Kedua belah pihak saling memaafkan dan sepakat untuk melanjutkan hubungan baik antara murid dan guru,” ungkap Samsul.

Samsul juga memberikan catatan penting dari kejadian ini. Menurutnya, kasus ini harus menjadi pelajaran berharga bagi dunia pendidikan, terutama dalam memperkuat hubungan emosional antara guru dan siswa.

“Guru seharusnya tidak hanya mengajar, tapi juga memahami kondisi psikologis dan latar belakang muridnya. Tidak semua anak didik punya kondisi keluarga dan ekonomi yang sama. Di sinilah peran guru dibutuhkan — mendidik, membimbing, dan memperkuat mental anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berakhlak,” tutup Samsul Bahri.

Kehadiran Ketua Laskar Merah Putih Pesawaran di kediaman Gina menjadi momentum damai setelah rentetan isu yang sempat memanas. Masyarakat berharap, kejadian serupa tidak terulang kembali dan menjadi pelajaran bersama bagi semua pihak agar lingkungan sekolah menjadi ruang aman dan penuh kasih bagi setiap anak didik.

(Gani)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update