Notification

×

Iklan

Iklan

Kapolda Sulsel Doorstop Bersama Awak Media, Sampaikan Sejumlah Isu Aktual

11/13/25 | Kamis, November 13, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-13T12:39:14Z

Kapolda Sulsel Doorstop Bersama Awak Media, Sampaikan Sejumlah Isu Aktual
 
Makassar (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com

Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., Kapolda Sulawesi Selatan, membuka diri dalam sesi "doorstop" bersama awak media di Mako Direktorat Samapta Polda Sulsel, Kamis (13/11/2025). Didampingi jajaran petinggi Polda, Kapolda tak hanya menyapa awak media, tetapi juga menyampaikan komitmennya untuk penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan.
 
Mengawali pertemuan, Kapolda menyampaikan apresiasi kepada media atas dukungan yang telah diberikan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara Polri dan media dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. "Sebagai pejabat baru, saya ingin dekat dengan anggota dan menyamakan visi tentang tugas pokok Polri: melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat," ujarnya.
 
Kasus Penculikan Bayi: Babak Baru Terungkap
 
Sorotan utama tertuju pada perkembangan kasus penculikan dan penjualan bayi yang sebelumnya diungkap Polrestabes Makassar. Kapolda mengungkapkan bahwa kasus ini terus bergulir dengan ditemukannya sejumlah Tempat Kejadian Perkara (TKP) baru di berbagai wilayah, termasuk Bali, Jawa Tengah, Jambi, dan Kepulauan Riau.
 
"Kami telah berkoordinasi dengan Bareskrim Polri. Dalam waktu dekat, Bareskrim akan memberikan asistensi terhadap penanganan kasus ini di Polda Sulsel," tegas Kapolda. Ia menambahkan bahwa pengungkapan kasus ini adalah bukti nyata komitmen Polri dalam melindungi masyarakat melalui penegakan hukum yang tegas dan profesional.
 
Dugaan Korupsi Komite Sekolah: Janji Investigasi Tuntas
 
Tak hanya itu, Kapolda juga menanggapi isu viral terkait dugaan korupsi uang pungutan komite sekolah di SMA 1 Luwu Utara. Meski kasus ini terjadi pada tahun 2022 dan telah memiliki putusan dari Mahkamah Agung, Kapolda menegaskan komitmennya untuk menelusuri lebih jauh penanganan perkara tersebut.
 
"Kami telah menurunkan tim gabungan dari Divpropam Polri, Bidpropam, dan Wasidik Ditreskrimsus untuk menelusuri penanganan perkara ini. Jika ditemukan pelanggaran etika atau norma, akan kami tindak lanjuti," tegasnya.
 
Kapolda menekankan bahwa penegakan hukum di Polda Sulsel harus berkeadilan, tanpa pandang bulu. "Kami tidak akan membiarkan penegakan hukum tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas. Ini sesuai arahan Bapak Presiden agar seluruh aparat penegak hukum bekerja profesional, adil, dan tidak diskriminatif," ujarnya.
 
Oknum Polisi Melanggar: Tindakan Tegas Menanti
 
Kapolda juga tak menutup mata terhadap adanya anggota Polri di Sulawesi Selatan yang melakukan pelanggaran terkait rekrutmen calon anggota. Ia memastikan bahwa anggota tersebut telah ditempatkan di tempat khusus dan sedang dalam proses lidik-sidik oleh Bidpropam. "Kami akan memproses sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.
 
Polwan Terlibat Pemerasan: Pembuktian Jadi Prioritas
 
Terkait isu keterlibatan oknum Polwan dalam kasus pemerasan sopir di Gowa, Kapolda menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa Polwan tersebut hanya dipinjam rekeningnya oleh pihak lain.
 
"Kami tidak serta merta mempercayai begitu saja, tetapi tetap mengedepankan pembuktian. Kami akan bekerja sama dengan pihak perbankan untuk menelusuri transaksi keuangan terkait," jelasnya.
 
Kapolda menegaskan bahwa Polda Sulsel menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Namun, jika terbukti ada anggota yang terlibat, tindakan tegas akan diambil tanpa pandang bulu.
 
Menutup sesi "doorstop", Kapolda menegaskan komitmen Polda Sulawesi Selatan untuk terus menjaga kepercayaan publik melalui pelayanan prima, penegakan hukum yang profesional, dan pengawasan internal yang kuat.
 
(Arfah Adha Mansyur)
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update