Polemik Pertemuan Warga dan Pihak Pusri di Desa Sejagung, Banyuasin
Banyuasin (Sumatera Selatan), dimensitivinews.com.
Sebuah pertemuan antara warga Desa Sejagung dengan perwakilan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) baru-baru ini memicu polemik di tingkat desa. Pertemuan yang membahas tentang pupuk bersubsidi ini disebut-sebut menimbulkan reaksi dari Kepala Desa (Kades) Sejagung.
Menurut keterangan warga berinisial (S), kesalahpahaman terjadi ketika Kades mengira pertemuan tersebut adalah kegiatan dari dinas pertanian terkait pupuk. Padahal, pertemuan tersebut merupakan survei lapangan oleh pihak Pusri untuk mengetahui tanggapan petani terhadap pupuk subsidi dan manfaat yang dirasakan.
"Kades mungkin salah paham, dikiranya ada kegiatan dinas pertanian. Padahal itu survei dari Pusri," ujar (S).
Dalam video yang beredar, terlihat Kades Sejagung menyampaikan keberatannya terhadap pertemuan yang dilakukan tanpa izin perangkat desa. Ia juga menyinggung adanya informasi terkait penjualan pupuk seharga Rp 105.000.
"Kamu masuk wilayah orang tanpa izin. Ada masalah pupuk, saya juga yang dipanggil ke sini. Ini ada yang jual 105 ribu, sudah ada datanya, kulaporkan! Jangan seperti itu, izin dululah di wilayah saya. RT pun tidak memberi tahu ada kegiatan ini. Pulanglah kau," ujar Kades dalam video tersebut.
Awak media telah berupaya mengonfirmasi kejadian ini kepada Kades Sejagung, Ketua BPD, dan bendahara desa. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari pihak terkait.
(Yusan)





