HMI Cabang Takalar Dukung Polri Tetap Bawah Presiden, Sebut Perubahan Posisi Berpotensi Melemahkan Kelembagaan
Takalar (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takalar mengeluarkan sikap resmi terkait wacana perubahan kedudukan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang tengah ramai diperbincangkan di ruang publik. Organisasi mahasiswa ini secara tegas menyatakan dukungannya agar Polri tetap berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia.
Sikap tersebut disampaikan Ketua HMI Cabang Takalar, Aditya Chokas, melalui pernyataan resmi dalam video yang telah menyebar luas di media sosial pada Selasa (27/01/2025). Menurutnya, posisi Polri di bawah Presiden merupakan formulasi paling ideal untuk menjaga independensi dan profesionalisme institusi kepolisian.
"Polri di bawah Presiden adalah hasil perjuangan reformasi yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat sipil. Mengubahnya sama saja dengan menarik kembali capaian reformasi itu sendiri," tegas Aditya.
Ia berpendapat bahwa gagasan penempatan Polri di bawah kementerian tertentu berpotensi menimbulkan pelemahan kelembagaan. Wacana tersebut dinilai tidak sejalan dengan sistem dan norma yang selama ini berlaku, bahkan bisa menjadi langkah mundur dari semangat reformasi kepolisian pasca tahun 1998.
Aditya menjelaskan, keberadaan Polri langsung di bawah Presiden diyakini mampu menjamin kejelasan garis komando, mempercepat pengambilan keputusan, serta menjaga stabilitas keamanan nasional tanpa terbebani rantai birokrasi yang panjang.
"Lebih jauh, jika Polri diubah menjadi kementerian, proses birokrasi yang berlapis justru berpotensi menghambat pelayanan publik dan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat," tambahnya.
Dalam kondisi sosial yang terus berkembang, ia menegaskan bahwa peran Polri tetap sangat vital sebagai penegak hukum, pelindung, dan pengayom masyarakat. Atas dasar tersebut, HMI Cabang Takalar menyatakan komitmen untuk terus mengawal jalannya reformasi agar tetap sesuai dengan tujuan dan cita-cita awal perjuangan.
(Muhammad Risal)





