Kapolda Sulsel Pimpin Apel di Polres Maros, Apresiasi Penanganan Kecelakaan Pesawat dan Tekankan Profesionalisme
Maros (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com
Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., melaksanakan apel bersama personel Polres Maros di halaman Mapolres Maros pada Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi serta mengingatkan pentingnya profesionalisme dan dukungan terhadap kebijakan Kapolri.
Turut mendampingi Kapolda adalah Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., dan Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol. Zulham Effendy, S.I.K., M.H. Hadir juga Kapolres Maros AKBP Douglas Mahendrajaya, S.H., S.I.K., M.I.K., M.Tr.Opsla, para pejabat utama, dan seluruh personel Polres Maros.
Dalam arahannya, Kapolda menyampaikan apresiasi khusus kepada jajaran Polres Maros atas dedikasi dalam pelaksanaan operasi kemanusiaan saat membantu Basarnas dalam evakuasi korban kecelakaan pesawat. "Seluruh personel telah bekerja dengan sungguh-sungguh sehingga seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi dengan baik," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan kegiatan tidak terlepas dari sinergi dan koordinasi solid antarinstansi. Kapolda mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara Polri, Basarnas, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.
Selain itu, Kapolda mengingatkan agar setiap kekurangan yang ditemukan dalam pelaksanaan tugas dievaluasi bersama sebagai bahan perbaikan ke depan, dengan dukungan penuh dari seluruh anggota. Ia mengajak seluruh personel untuk terus melaksanakan tugas pokok dengan sebaik-baiknya.
Lebih lanjut, Kapolda menegaskan pentingnya dukungan penuh terhadap kebijakan Kapolri. "Dalam menjalankan tugas, anggota Polri harus selalu memperhatikan konsekuensi dari setiap tindakan, terutama dalam perlindungan, pengayoman, pelayanan masyarakat, dan penegakan hukum," tegasnya.
Ia mengingatkan agar setiap kewenangan digunakan secara profesional dan bertanggung jawab, serta menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat.
(Arfah Adha Mansyur)







