Wabup Barru Pastikan Bantuan Alsintan Tepat Sasaran, Dorong Petani Jadi Lebih Mandiri


Wabup Barru Pastikan Bantuan Alsintan Tepat Sasaran, Dorong Petani Jadi Lebih Mandiri
 
Barru (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com.

Pemerintah Kabupaten Barru memastikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari APBN, termasuk Traktor Roda 4 (TR4), diberikan sesuai data dan kebutuhan kelompok tani. Hal ini dilakukan untuk menjamin transparansi dan efektivitas pemanfaatan bantuan di lapangan.


Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., menyampaikan hal itu saat memberikan arahan kepada 10 kelompok tani penerima bantuan TR4 di Tempat Pembibitan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Desa Tompo, Kecamatan Barru, Sabtu (10/01). "Bantuan ini sebelumnya telah diserahkan secara simbolis oleh Bupati. Saya ingin memastikan langsung bahwa bantuan yang disalurkan benar-benar sesuai data dan tepat sasaran," ujarnya.


Dalam beberapa pekan terakhir, Wabup bersama jajaran Dinas Pertanian telah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil sektor pertanian di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Pujananting. Ia mengungkapkan bahwa keterbatasan TR4 di kawasan pertanaman padi Gattareng pernah membuat petani harus mendatangkan bantuan dari kabupaten tetangga. "Sebelumnya pengolahan sawah bisa memakan waktu hingga dua bulan, namun dengan TR4 kini bisa diselesaikan sekitar dua minggu dan lahan siap ditanami sebagai upaya percepatan tanam," jelasnya.


Menurut Abustan, keberadaan alsintan diharapkan dapat mempercepat proses olah tanah, menekan biaya produksi, serta meningkatkan produktivitas pertanian Barru. Ia juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir petani agar tidak bersikap pasif. "Kita harus berubah dari petani biasa menjadi petani luar biasa. Lihat perkembangan pertanian dunia, ke depan justru petani yang akan sejahtera," katanya.


Ia menyoroti praktik di lapangan dimana lahan pertanian tidak dimanfaatkan optimal hanya karena hasil panen belum terserap pasar. "Kalau belum ada pembeli, simpan dulu gabahnya. Jangan sampai sawah ditinggalkan hanya karena belum ada yang membeli," tegasnya.


Wabup menjelaskan bahwa Kabupaten Barru telah mendapat dukungan besar dari pemerintah pusat, antara lain 11 brigade pangan senilai sekitar Rp43 miliar, program optimasi lahan Rp9,3 miliar, 263 unit pompa air, serta puluhan unit traktor. Ia mengingatkan agar pengelolaan alsintan tidak dimonopoli oleh segelintir pihak. "Ini merupakan aset negara yang harus dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, termasuk petani sekitar yang tidak tergabung dalam kelompok penerima," ujarnya.


Selain itu, ia mengungkapkan bahwa upaya melobi pemerintah pusat telah membuahkan hasil, tidak hanya di sektor pertanian tetapi juga proyek infrastruktur jalan di Kecamatan Pujananting senilai Rp50 miliar. Wabup juga tengah mendorong pengembangan komoditas kopi, dengan rencana menjajaki kerja sama dengan pihak swasta untuk membuka pasar serta memaksimalkan program perhutanan sosial dengan pembukaan lahan ribuan hektare untuk tanaman kopi. "Kalau dimanfaatkan dengan baik, Barru ke depan bisa punya kopi unggulan sendiri," katanya.


Di akhir sambutannya, Wabup mengajak seluruh kelompok tani untuk menjaga kebersamaan dan menyampaikan salam hormat dari Bupati Barru yang berhalangan hadir karena kondisi kesehatan. "Mari kita manfaatkan semua bantuan ini dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan petani dan kemajuan pertanian Barru," tutupnya.


Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, M.M., melaporkan bahwa bantuan TR4 merupakan bagian dari strategi percepatan swasembada pangan melalui peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT), dengan target indeks pertanaman hingga dua sampai tiga kali setahun. Berdasarkan data BPS, produksi pertanian Barru tumbuh 19,20 persen pada tahun 2025, melampaui rata-rata nasional sebesar 13,7 persen, dengan realisasi luas tanam sekitar 36.000 hektare dari target 31.086 hektare.
 
(Darman)