Kapolres Takalar Resmikan Awal Pembangunan Jembatan Merah Putih di Kammi Kelurahan Pappa, Simbol Pengabdian terhadap Masyarakat
Takalar (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com
Pukul 10.00 Wita, Sabtu pagi (14/2), Kapolres Takalar AKBP Supriadi Rahman, S.I.K., M.M., memimpin peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Merah Putih Gineung Pratidina di Lingkungan Kammi, Kelurahan Pappa, Kecamatan Pattallassang. Inisiatif infrastruktur ini lahir dari semangat gotong royong untuk meningkatkan akses transportasi masyarakat.
Acara dihadiri oleh berbagai tokoh dan pejabat, antara lain Ketua DPRD Takalar H. Muhammad Rijal, Wakapolres Takalar Kompol Alauddin Torki, S.Sos., M.Si., para Kabag, Kasat, Kapolsek jajaran, personel kepolisian, serta tokoh masyarakat setempat.
Dukungan DPRD: Kontribusi 100 Sak Semen
Momentum peletakan batu pertama bukan sekadar seremoni, melainkan awal kerja kolektif yang menjawab kebutuhan warga akan akses yang aman dan layak. Dalam sambutannya, H. Muhammad Rijal menyebut langkah Polres Takalar sebagai bentuk nyata kepedulian institusi kepolisian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
"DPRD Takalar memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan jembatan ini. Sebagai bentuk partisipasi konkret, para anggota dewan akan memberikan kontribusi berupa 100 sak semen," tegasnya.
Jembatan Jadi Bentuk Peran Aktif Polri di Sektor Pembangunan
Pembangunan Jembatan Merah Putih Gineung Pratidina menjadi bukti peran aktif kepolisian yang tidak hanya fokus pada keamanan dan ketertiban, tetapi juga berkontribusi dalam percepatan pembangunan infrastruktur. Kehadiran jembatan ini diharapkan memperlancar mobilitas warga, membuka akses ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Langkah ini juga sejalan dengan program prioritas pemerintah dalam penguatan infrastruktur desa dan daerah, yang menekankan pemerataan akses dan konektivitas wilayah.
Dalam keterangannya, AKBP Supriadi Rahman menegaskan bahwa pembangunan jembatan merupakan wujud nyata kepedulian Polres Takalar kepada masyarakat.
"Kami ingin kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam penegakan hukum dan pelayanan keamanan, tetapi juga dalam kontribusi nyata terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Jembatan ini adalah simbol kebersamaan dan gotong royong antara Polri dan warga," ujarnya.
Ia juga berharap proses pembangunan berjalan lancar dan tepat waktu, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal proyek ini.
"Semoga Jembatan Merah Putih Gineung Pratidina menjadi penghubung bukan hanya antarwilayah, tetapi juga mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat," tutup Supriadi.
(Muhammad Risal)








