Pengamanan Dugaan Pencurian Sawit di PT APL Berujung Aksi Anarkis, Sejumlah Fasilitas Perusahaan Dirusak
Batanghari (Jambi), dimensitivinews.com
Upaya pengamanan dugaan pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di areal perkebunan PT APL berakhir tidak kondusif Rabu (4/1). Peristiwa yang terjadi di wilayah AFD 7, area Koperasi Kelapo Mandiri, berujung pada aksi anarkis yang mengakibatkan perusakan sejumlah fasilitas perusahaan.
Kejadian dimulai sekitar pukul 09.30 WIB ketika tim keamanan PT APL melakukan patroli rutin, didampingi anggota Bantuan Keamanan Operasional (BKO) dari Polsek MSU. Petugas mendapati dua orang yang bukan karyawan perusahaan tengah mengangkut TBS milik perusahaan.
Dalam pengamanan yang dilakukan, satu orang terduga pelaku berhasil diamankan beserta barang bukti berupa sekitar 40 janjang TBS (rata-rata 13 kilogram per janjang) dan alat angkut berupa keranjang langsir. Sementara rekanannya berhasil melarikan diri dari lokasi.
Dari pemeriksaan awal, terduga pelaku berinisial AR, warga Desa Padang Kelapo. Ia kemudian dibawa ke kantor PT APL dan direncanakan akan diserahkan ke pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum.
Namun situasi memanas ketika sekelompok orang yang mengatasnamakan Suku Anak Dalam (SAD) datang ke kantor perusahaan. Kelompok tersebut dilaporkan membawa senjata tajam, melakukan intimidasi, serta mengancam petugas keamanan, karyawan, dan pengurus koperasi di sekitar lokasi.
Selain itu, mereka juga merusak fasilitas seperti kendaraan operasional perusahaan, kendaraan milik pengurus koperasi, serta pintu dan jendela kantor PT APL. Kelompok ini juga mendobrak mess karyawan dalam upaya mencari terduga pelaku yang telah diamankan.
Sekitar pukul 14.00 WIB, terduga pelaku diserahkan kepada pihak kepolisian di lokasi PT APL. Namun setelah itu, Pos Keamanan 7 yang berada di perbatasan AFD 6 dan AFD 7 dilaporkan dibakar, termasuk dengan pengambilan besi portal.
Akibat insiden ini, PT APL mengalami kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp60 juta. Saat ini, aparat kepolisian masih tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap seluruh kronologi dan pihak-pihak yang terlibat.
(Herman)





