Sentuhan Kemanusiaan Polres Takalar: Program Jumat Berkah Berikan Harapan bagi Ibu Hamil dan Anak Stunting
"Dari Pa’batangan hingga Soreang, Terlihat Tren Penurunan Angka Masalah Gizi"
Takalar (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com
Program Jumat Berkah Polres Takalar kembali menghadirkan sentuhan kepedulian pada Jumat (13/2) sekitar pukul 07.30 WITA, dengan kegiatan dipusatkan di Kecamatan Mapsu. Kegiatan yang dipimpin Kapolsek Mapsu Iptu Sumarwan, S.Psi, didampingi oleh KBO Sat Binmas Ipda Syarifuddin, S.H, Kasidokkes Ipda drg. Nur Ayu Wahyuni, serta personel Polsek Mapsu dan Polwan Polres Takalar ini memberikan manfaat nyata bagi kelompok rentan.
Rutin dilaksanakan setiap pekan oleh Satuan Binmas, program ini menghadirkan paket makanan bergizi berupa nasi kotak untuk ibu hamil dan anak stunting (balita) di sejumlah desa dan kelurahan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam mendukung upaya pencegahan stunting serta memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat.
Data lapangan menunjukkan perkembangan positif di berbagai wilayah:
- Desa Pa’batangan: Anak stunting berkurang dari 9 menjadi 7 anak, dengan 7 ibu hamil tetap terdata
- Desa Patani: Angka stunting turun dari 14 menjadi 10 anak, dengan 2 ibu hamil tercatat
- Kelurahan Takalar: Ibu hamil berkurang dari 18 menjadi 10 orang, sementara anak stunting dari 17 menjadi 14 anak
- Desa Soreang: Ibu hamil turun dari 10 menjadi 8 orang, dan anak stunting dari 16 menjadi 14 anak
Secara keseluruhan, sebanyak 27 ibu hamil dan 45 anak stunting mendapatkan manfaat dari kegiatan ini. Sebagai bentuk kepedulian yang lebih luas, paket makanan bergizi tambahan juga disalurkan kepada lansia setempat.
Kapolres Takalar AKBP Supriadi Rahman melalui Kasat Binmas AKP H. Sarro menegaskan bahwa Jumat Berkah bukan sekadar acara seremonial. "Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi dalam program kemanusiaan dan kesehatan masyarakat. Kami pastikan upaya pencegahan stunting dan pendampingan ibu hamil berjalan berkesinambungan," ujarnya.
Menurutnya, tren penurunan angka stunting merupakan hasil sinergi antara kepolisian, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat. "Dengan kolaborasi yang diperkuat, pendampingan rutin, dan edukasi gizi bersama, kami optimistis angka stunting di Kabupaten Takalar dapat ditekan secara bertahap dan berkelanjutan," tambah AKP H. Sarro.
(Muhammad Risal)









