Notification

×

Iklan

Iklan

Atasi Kelangkaan BBM, Dinas Pertanian Takalar Gandeng BPH Migas Perbaiki Distribusi Solar Subsidi

3/19/26 | Kamis, Maret 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-18T23:44:15Z


TAKALAR (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM


Dinas Pertanian Kabupaten Takalar mengambil langkah cepat menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar subsidi, yang sempat dikeluhkan petani. Melalui koordinasi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), distribusi BBM kini mulai kembali normal, Rabu (18/3/2026).

Kepala Dinas Pertanian Takalar, Parawangsah, mengatakan upaya ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan petani tetap terpenuhi, mengingat BBM menjadi faktor penting dalam menunjang aktivitas pertanian.

“Alhamdulillah, melalui koordinasi dengan BPH Migas, saat ini petani sudah bisa kembali mendapatkan solar subsidi dengan mekanisme yang lebih tertata,” ujarnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Dinas Pertanian Takalar mulai menerapkan sistem distribusi berbasis barcode. Sistem ini terintegrasi dengan data resmi untuk memastikan penyaluran BBM tepat sasaran.

Dalam penerapannya, petani diwajibkan menunjukkan surat keterangan kepemilikan alat pertanian, seperti pompa air atau traktor. Dokumen tersebut kemudian digunakan untuk mengurus barcode di kantor Dinas Pertanian.

“Barcode ini nantinya menjadi syarat pembelian solar di SPBU sesuai domisili masing-masing petani,” jelas Parawangsah.

Menurutnya, sistem ini diharapkan dapat meminimalisir potensi penyalahgunaan BBM subsidi sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam distribusi.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat proses verifikasi data petani, sehingga akses terhadap BBM dapat diperoleh dengan lebih mudah dan tepat.

Sebelumnya, kelangkaan solar di wilayah Takalar diduga dipicu oleh sejumlah faktor, termasuk indikasi penyimpangan dalam distribusi di lapangan yang berdampak pada sulitnya petani memperoleh bahan bakar.

Dengan langkah pembenahan ini, Dinas Pertanian berharap kebutuhan BBM petani dapat terpenuhi secara berkelanjutan, sehingga aktivitas pertanian tetap berjalan optimal dan produktivitas tidak terganggu.

Pemerintah daerah juga mengajak seluruh pihak untuk ikut mengawasi distribusi BBM subsidi agar benar-benar dimanfaatkan oleh petani yang berhak.

(Muhammad Risal)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update