Notification

×

Iklan

Iklan

Sholat Idul Fitri 1447 H di Dusun Mareppang Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

3/21/26 | Sabtu, Maret 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-21T12:40:24Z

Sholat Idul Fitri 1447 H di Dusun Mareppang Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

Barru (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com

Suasana Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Istighfar Mareppang, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, berlangsung dengan penuh kekhusyukan sekaligus menyimpan nuansa haru pada Sabtu pagi (21/3).

Sejak fajar menyingsing, masyarakat Dusun Mareppang telah berbondong-bondong menuju masjid.
Lantunan takbir yang menggema di sepanjang jalan dan di dalam masjid tidak hanya menghadirkan rasa syukur, tetapi juga membangkitkan perasaan rindu dan keheningan yang mendalam di hati para jamaah.



Sholat Idul Fitri dipimpin oleh Ananda Heri sebagai imam, yang melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan suara yang lembut dan menyentuh. Sementara itu, khutbah disampaikan oleh Jamal dengan pesan yang menggugah hati.

Dalam khutbahnya, khatib mengingatkan tentang pentingnya hubungan manusia dengan Allah SWT, sekaligus menekankan betapa berharganya menjaga tali silaturahmi di antara sesama. 



Ia juga menyampaikan pesan mendalam tentang bakti kepada orang tua sebuah pengingat yang membuat banyak jamaah terdiam, bahkan meneteskan air mata.
“Bagi yang orang tuanya masih ada, rawat dan hormatilah mereka dengan sepenuh hati. Dan bagi yang telah tiada, jangan pernah putus mengirimkan doa,” pesannya dengan suara bergetar.

Suasana semakin terasa haru ketika khutbah berakhir. Tak sedikit jamaah yang tampak menyeka air mata, mengingat orang tua, keluarga, dan orang-orang tercinta yang tidak lagi dapat merayakan Idul Fitri bersama.


Usai sholat, jamaah saling bersalam-salaman, berpelukan, dan saling memaafkan. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa di balik kebahagiaan Idul Fitri, tersimpan kerinduan yang mendalam dan kesadaran akan pentingnya kebersamaan.

Perayaan Idul Fitri di Dusun Mareppang tahun ini bukan hanya menjadi momentum kemenangan setelah menjalankan ibadah Ramadan, tetapi juga menjadi ruang refleksi tentang cinta, kehilangan, dan makna sejati dari kebersamaan dalam kehidupan.

(Darman)
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update