Warga Talang Dabuk Heboh, Buaya Masuk Kolam Ikan Saat Panen
Banyuasin (Sumatera Selatan), dimensitivinews.com
Warga Dusun Talang Dabuk, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, dihebohkan dengan kemunculan seekor buaya di kolam ikan patin milik warga, saat proses panen hendak dilakukan, belum lama ini.
Peristiwa tersebut terjadi di RT 05 Dusun II dan sontak menarik perhatian warga sekitar. Seekor buaya dengan panjang sekitar dua meter ditemukan berada di dalam kolam milik pengusaha tambak bernama Afu.
Warga yang panik kemudian berupaya mengamankan reptil tersebut. Buaya itu berhasil ditangkap dan diikat sebelum akhirnya diserahkan ke Kantor Desa Talang Bungin untuk penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Kemunculan buaya di area permukiman ini menambah kekhawatiran warga. Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir, wilayah tersebut disebut kerap diwarnai insiden serangan buaya.
“Kami serba salah. Kalau dibiarkan, keselamatan warga terancam. Tapi kalau ditangkap atau sampai mati, kami juga khawatir disalahkan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga berharap instansi terkait segera turun tangan, di antaranya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Banyuasin, serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, yang memiliki kewenangan dalam penanganan satwa liar dilindungi.
Dari aspek hukum, buaya muara termasuk satwa yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Setiap tindakan penangkapan, pelukaan, hingga pembunuhan terhadap satwa dilindungi tanpa izin dapat dikenai sanksi pidana.
Meski demikian, dalam kondisi tertentu, penanganan dapat dilakukan jika satwa tersebut dinilai membahayakan keselamatan manusia, dengan tetap melibatkan pihak berwenang.
Warga pun berharap adanya langkah konkret, seperti pemetaan habitat buaya, pemasangan pengaman di wilayah rawan, serta edukasi kepada masyarakat terkait interaksi aman dengan satwa liar.
Dengan penanganan yang tepat, diharapkan konflik antara manusia dan satwa liar dapat diminimalisir, sehingga tidak menimbulkan korban di kemudian hari.
(Yusan)


