Reuni 10 Tahun Kader Posyandu dan Mantan Lurah Mappassile, Penuh Haru dan Kenangan
PANGKEP (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM
Momen haru mewarnai pertemuan kader Posyandu bersama mantan Lurah Mappassile, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, yang digelar di kediaman Andi Dahrana (Puang Nanna), Minggu (5/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung setelah satu dekade berpisah itu menjadi ajang silaturahmi penuh keakraban. Suasana emosional tampak dari para kader Posyandu yang tak kuasa menahan haru saat kembali bertemu dengan sosok pemimpin yang pernah mereka kenal dekat.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi pelepas rindu, tetapi juga momentum untuk mengenang kebersamaan saat mantan lurah masih menjabat. Tawa dan canda sesekali mengiringi cerita masa lalu yang kembali diungkap dalam suasana kekeluargaan.
Salah satu kader Posyandu mengungkapkan, kepemimpinan mantan lurah yang dikenal dengan sapaan Karaeng Baso dinilai sangat peduli terhadap masyarakat, khususnya kader Posyandu.
“Beliau sangat memperhatikan kami. Saat itu, kader Posyandu diberi kepercayaan penuh untuk menjalankan berbagai program, termasuk kegiatan pendataan masyarakat seperti sensus penduduk dan sensus ekonomi,” ujarnya.
Ia juga mengenang salah satu program unggulan saat itu, yakni “Mappassile Peduli Kasih”. Program tersebut menyasar masyarakat kurang mampu melalui pendataan langsung oleh kader Posyandu.
“Kami turun langsung ke lapangan mendata kondisi keluarga warga, jumlah tanggungan, hingga kondisi rumah. Hasilnya kemudian dipresentasikan di kantor lurah bersama RT, RW, dan pihak terkait,” jelasnya.
Program tersebut diwujudkan dalam bentuk bantuan paket sembako yang disalurkan kepada masyarakat kurang mampu menjelang Hari Raya Idulfitri. Menurut para kader, program ini sangat membantu dan menjadi salah satu program yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Selain itu, kader Posyandu juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan pembangunan, termasuk sebagai Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dalam program PNPM Mandiri Perdesaan.
Kepedulian mantan lurah juga terlihat dalam bidang kesehatan. Setiap kegiatan penimbangan balita, jika ditemukan anak dengan kondisi gizi kurang, bantuan seperti susu dan biskuit langsung diberikan sebagai bentuk respon cepat terhadap kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian penting dari kepemimpinannya. Mantan lurah saat itu mencanangkan program kebersihan lingkungan yang rutin dilaksanakan setiap hari Kamis. Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan area fasilitas umum seperti kuburan dan masjid, dengan melibatkan lintas sektor, mulai dari puskesmas, PKK, majelis taklim, RT, RW, hingga masyarakat setempat.
Pertemuan ini diharapkan dapat mempererat kembali hubungan antara kader Posyandu dan mantan lurah, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan bersama.
(Andi Ahmad Karaeng Baso)







