Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Takalar Sambangi Keluarga Dua Bocah Korban Tenggelam, Minta Proyek Sekolah Rakyat Perketat Keselamatan

5/30/26 | Sabtu, Mei 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-30T12:06:10Z

Bupati Takalar Sambangi Keluarga Dua Bocah Korban Tenggelam, Minta Proyek Sekolah Rakyat Perketat Keselamatan

Takalar (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com

Duka mendalam masih menyelimuti warga Dusun Bontosunggu, Desa Pa’rappunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut), Kabupaten Takalar, setelah dua bocah, Arzaki (4) dan Asril (3), meninggal dunia akibat diduga tenggelam di area galian proyek pembangunan Sekolah Rakyat, Kamis (28/5/2026).

Peristiwa tragis yang terjadi saat kedua korban bermain di sekitar lokasi proyek tersebut mengundang keprihatinan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Takalar.

Sebagai bentuk empati dan kepedulian, Bupati Takalar, Ir. Mohammad Firdaus Daeng Manye, mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban. Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Sosial dan PMD, Camat Polongbangkeng Utara, serta Kepala Desa Pa’rappunganta.

Suasana haru menyelimuti pertemuan saat Bupati berbincang dengan keluarga korban dan mendengarkan kronologi kejadian. Ia juga memberikan dukungan moril kepada keluarga agar tetap tabah menghadapi musibah tersebut.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Takalar turut berduka cita yang mendalam atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujar Daeng Manye.

Selain menyampaikan belasungkawa, Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah telah memberikan perhatian serius terhadap aspek keselamatan di lokasi proyek pembangunan Sekolah Rakyat.

Menurutnya, pihak pelaksana proyek harus meningkatkan pengawasan dan menerapkan standar keselamatan kerja secara ketat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Kepada pihak pelaksana proyek dari PT Nindya Karya melalui Person in Charge (PIC) Putu Sumantra, Bupati meminta agar seluruh aktivitas pembangunan memperhatikan aspek keselamatan, tidak hanya bagi pekerja proyek tetapi juga masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi.

Ia juga menginstruksikan agar area proyek segera dilengkapi pagar pembatas atau pengamanan yang memadai sehingga masyarakat, khususnya anak-anak, tidak dapat dengan mudah memasuki kawasan pekerjaan.

“Harus ada pembatas yang jelas di lokasi proyek. Keselamatan masyarakat, terutama anak-anak yang berada di sekitar area pembangunan, wajib menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan pihak perusahaan untuk melakukan langkah-langkah preventif dalam mengantisipasi berbagai potensi kecelakaan, baik yang dapat menimpa pekerja maupun warga sekitar.

Kehadiran Bupati Takalar di rumah duka mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Warga menilai langkah cepat dan kepedulian pemerintah daerah menjadi bentuk nyata perhatian terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah dan kehilangan.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan dan pengamanan lingkungan proyek, terutama pada pembangunan yang berada di dekat kawasan permukiman warga.

(Muhammad Rizal)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update