Asisten Deputi Kemenko PMK Apresiasi Pelayanan Kesehatan dan Upaya Pencegahan Stunting di Takalar
TAKALAR (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM
Komitmen Pemerintah Kabupaten Takalar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan mempercepat penurunan angka stunting kembali mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.
Apresiasi tersebut disampaikan Asisten Deputi Peningkatan Gizi dan Pencegahan Stunting Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jelsi Natalia Marampa, SKM., MKKK, saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Takalar, Sabtu (13/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Jelsi Natalia Marampa didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr. dr. Hj. Nilal Fauziah, M.Kes., bersama jajaran Dinas Kesehatan dan kepala puskesmas setempat.
Rombongan meninjau langsung pelayanan kesehatan di Puskesmas Polombangkeng Utara (Polut), Puskesmas Pattallassang, serta layanan Posyandu yang menjadi ujung tombak pemantauan kesehatan ibu dan anak di tingkat masyarakat.
Selain memantau pelayanan kesehatan dasar, rombongan juga melihat secara langsung penanganan anak stunting dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran B3, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Jelsi Natalia Marampa menilai pelayanan yang diberikan oleh puskesmas dan posyandu di Kabupaten Takalar telah berjalan dengan baik serta menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung program peningkatan gizi dan pencegahan stunting.
“Pelayanan kesehatan yang kami lihat di puskesmas maupun posyandu sangat baik. Mulai dari pelayanan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita, hingga upaya pencegahan stunting berjalan dengan optimal. Ini menunjukkan adanya kolaborasi yang baik antara tenaga kesehatan, kader posyandu, dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan program pencegahan stunting tidak hanya ditentukan oleh intervensi kesehatan, tetapi juga oleh pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Karena itu, ia menekankan pentingnya pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar tepat sasaran dan sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan.
“Program MBG harus benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan, khususnya balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Selain tepat sasaran, kualitas menu yang diberikan juga harus memenuhi standar kebutuhan gizi sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesehatan dan pencegahan stunting,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr. dr. Hj. Nilal Fauziah, M.Kes., menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan primer melalui penguatan peran puskesmas dan posyandu agar pelayanan semakin mudah diakses oleh masyarakat.
Ia menilai perhatian dan dukungan pemerintah pusat menjadi motivasi bagi seluruh tenaga kesehatan di Kabupaten Takalar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Kunjungan Asisten Deputi Kemenko PMK tersebut merupakan bagian dari kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program peningkatan gizi serta percepatan penurunan stunting di daerah.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, diharapkan berbagai program kesehatan dapat berjalan lebih efektif sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas di Kabupaten Takalar.
(Muhammad Rizal)









