Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati dan Wabup Barru Panen Udang Vaname dan Ikan Nila di Palanro, Potensi Keuntungan Capai Rp150 Juta per Siklus

6/23/26 | Selasa, Juni 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-22T23:49:45Z

Bupati dan Wakil Bupati Barru Panen Udang Vaname dan Ikan Nila di Palanro, Potensi Keuntungan Capai Rp150 Juta per Siklus

BARRU (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, didampingi Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, melakukan panen udang vaname dan ikan nila di tambak Kelompok Budidaya Perikanan (Pokdakan) Berlian, Lingkungan Labukkang, Kelurahan Palanro, Kecamatan Mallusetasi, Senin (22/6/2026).

Kegiatan panen berlangsung di tambak milik H. Nahnu dan Hj. Marwah, yang selama ini dikenal sebagai pelaku usaha budidaya udang vaname dan ikan nila di wilayah tersebut. Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Barru terhadap pengembangan sektor perikanan budidaya yang dinilai memiliki prospek ekonomi besar dan berkelanjutan.


Dalam suasana penuh keakraban, Andi Ina dan Abustan berjalan kaki sekitar 500 meter menuju lokasi tambak. Keduanya turut memanen udang menggunakan pukat bersama para pekerja dan masyarakat setempat, sebelum menikmati hasil panen bersama warga di sekitar lokasi.

Usai panen, rombongan meninjau proses penyortiran dan pemilahan hasil budidaya sebelum dipasarkan. Aktivitas tersebut menunjukkan pengelolaan usaha tambak yang berjalan secara profesional sekaligus memberikan dampak ekonomi melalui keterlibatan tenaga kerja lokal.


Di sela-sela kunjungan, Bupati Andi Ina menilai keberhasilan budidaya udang vaname di Palanro menjadi bukti nyata besarnya potensi sektor perikanan budidaya di Kabupaten Barru.

Wakil Bupati Abustan A. Bintang menjelaskan, tambak udang vaname yang dipanen memiliki luas sekitar 2,5 hektare dengan hasil produksi mencapai 4,3 ton.

“Dengan harga jual sekitar Rp63 ribu per kilogram di tingkat lapangan, nilai produksi panen ini mencapai kurang lebih Rp270 juta dalam satu siklus,” ujar Abustan.


Ia menambahkan, masa pemeliharaan udang vaname hanya sekitar 2,5 bulan dengan kebutuhan modal sekitar Rp120 juta. Dengan demikian, keuntungan yang diperoleh dapat mencapai sekitar Rp150 juta dalam satu kali panen.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Andi Ina menyebut usaha budidaya udang vaname sebagai sektor yang sangat menjanjikan apabila dikelola secara baik dan berkelanjutan.

“Ini menunjukkan bahwa usaha perikanan, khususnya budidaya udang vaname, memiliki prospek yang sangat baik untuk meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya.


Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara keuntungan usaha dan keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, pengembangan sektor perikanan harus tetap memperhatikan aspek pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat sekitar, serta peningkatan kesejahteraan para pelaku usaha.

Selain itu, Andi Ina mengajak para pelaku usaha untuk menunaikan kewajiban zakat sebagai bentuk rasa syukur atas hasil usaha yang diperoleh, sekaligus sebagai upaya menghadirkan keberkahan dalam aktivitas ekonomi.

Ia berharap keberhasilan usaha tambak di Palanro dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha perikanan budidaya secara lebih serius dan profesional.

“Potensi perikanan yang dimiliki Kabupaten Barru sangat besar. Jika dikelola dengan baik, sektor ini tidak hanya memperkuat perekonomian daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Barru, H. Muhammad Ushuluddin, S.T., M.Si., mengungkapkan bahwa luas tambak di Kabupaten Barru saat ini mencapai 2.534 hektare dengan total produksi udang vaname sebesar 4.464 ton.

Untuk komoditas ikan nila, khusus di tambak milik H. Nahnu dan Hj. Marwah, terdapat sekitar 24 ribu ekor benih yang dibudidayakan pada lahan seluas 0,5 hektare. Produksi ikan nila tercatat mencapai 3,5 ton dengan harga jual sekitar Rp29 ribu per kilogram di tingkat panen.

Menurut Ushuluddin, komoditas ikan nila kini memiliki pasar yang semakin luas, bahkan telah menembus pasar ekspor. Karena itu, budidaya nila, baik melalui sistem tambak air payau (nila salin) maupun kolam bioflok air tawar, dinilai memiliki peluang ekonomi yang sangat menjanjikan untuk terus dikembangkan.

Kegiatan panen turut dihadiri Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Asisten II Setda Barru, Kepala Dinas Perikanan beserta jajaran, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Camat Mallusetasi, pimpinan Baznas Barru, Lurah Palanro, Kepala Desa Cilellang, penyuluh perikanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, keluarga besar H. Nahnu dan Hj. Marwah, serta masyarakat setempat.

(Darman)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update