Darman, Penggerak Petani Jagung Desa Nepo, Serap Inovasi Pertanian di PENAS XVIII Gorontalo
GORONTALO, DIMENSITIVINEWS.COM
Semangat belajar dan keinginan kuat untuk memajukan sektor pertanian jagung di Kabupaten Barru ditunjukkan Darman, Ketua Kelompok Tani To Nepo sekaligus penggerak petani jagung Desa Nepo, yang menjadi salah satu peserta Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVIII Tahun 2026 di Gorontalo.
Sejak hari pertama pelaksanaan kegiatan, Darman aktif mengikuti berbagai agenda yang digelar panitia. Ia tampak antusias mengunjungi stan-stan pameran yang menampilkan beragam teknologi, inovasi, dan pengembangan komoditas pertanian, khususnya jagung.
Tak sekadar melihat dan mendengarkan paparan, Darman juga terlibat dalam sejumlah diskusi dan temu wicara untuk menggali informasi yang dinilai relevan bagi pengembangan pertanian di Kabupaten Barru.
Keikutsertaannya dalam ajang nasional tersebut merupakan amanah dari Pemerintah Kabupaten Barru melalui Dinas Pertanian. Darman dipilih sebagai perwakilan petani jagung karena dinilai memiliki dedikasi dan komitmen tinggi dalam membina serta menggerakkan petani di Desa Nepo.
“Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar dan mencari inovasi yang bisa diterapkan di daerah kami. Harapannya, produktivitas petani jagung di Barru, khususnya Desa Nepo, dapat terus meningkat,” ujar Darman.
Dalam berbagai sesi dialog, ia aktif mengajukan pertanyaan terkait penggunaan benih unggul, pembangunan infrastruktur jalan tani, hingga pemanfaatan teknologi pascapanen seperti dryer untuk meningkatkan kualitas hasil produksi.
Menurut Darman, kemajuan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada kerja keras petani, tetapi juga harus didukung oleh penerapan teknologi, ketersediaan sarana dan prasarana, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Selama mengikuti PENAS XVIII, Darman juga berkesempatan berdiskusi langsung dengan sejumlah pemangku kebijakan nasional di bidang pertanian, di antaranya Direktur Utama Perum Bulog, jajaran Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Direktur Utama Pupuk Indonesia, serta peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.
Ia menilai pengalaman tersebut memberikan wawasan baru sekaligus motivasi bagi petani untuk terus berinovasi dalam menghadapi tantangan pertanian modern.
“Banyak ilmu dan pengalaman yang kami peroleh di sini. Ini menjadi bekal penting untuk diterapkan di daerah agar pertanian jagung semakin maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.
Di akhir kegiatan, Darman menyampaikan apresiasi kepada Bupati Barru, Dinas Pertanian Kabupaten Barru, serta seluruh tim kontingen Barru yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan selama mengikuti PENAS XVIII.
“Terima kasih kepada Ibu Bupati, Dinas Pertanian, dan seluruh tim Kabupaten Barru yang terus memberikan dukungan dan pendampingan. Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan membawa pulang ilmu yang bermanfaat bagi petani di daerah kami,” tuturnya.
Semangat yang ditunjukkan Darman menjadi cerminan tekad petani Barru untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi pertanian. Melalui partisipasi aktif dalam PENAS XVIII, diharapkan berbagai inovasi dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi modal berharga dalam meningkatkan produktivitas jagung serta kesejahteraan petani di Kabupaten Barru.
(Arfah)










