Notification

×

Iklan

Iklan

Gubernur Jabar Hadiri Perayaan Waisak di Candi Jiwa Batujaya, Tegaskan Komitmen Keberagaman dan Pelestarian Sejarah

6/14/26 | Minggu, Juni 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-14T11:40:58Z

Gubernur Jabar Hadiri Perayaan Waisak di Candi Jiwa Batujaya, Tegaskan Komitmen Keberagaman dan Pelestarian Sejarah

KARAWANG (JAWA BARAT), DIMENSITIVINEWS.COM

Ratusan umat Buddha bersama masyarakat memadati kawasan Kompleks Percandian Batujaya di Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dalam perayaan Hari Raya Waisak yang dipusatkan di Candi Jiwa dan Candi Blandongan, Minggu (14/6/2026).

Perayaan tersebut semakin istimewa dengan kehadiran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Karawang, yang menunjukkan dukungan pemerintah terhadap kehidupan beragama yang harmonis sekaligus pelestarian situs sejarah dan budaya yang menjadi warisan bangsa.

Simbol Toleransi dan Kedamaian

Suasana khidmat menyelimuti kawasan percandian sejak pagi hari. Umat Buddha mengikuti rangkaian ritual keagamaan dengan penuh khusyuk di tengah nuansa historis Kompleks Percandian Batujaya yang dikenal sebagai salah satu situs Buddha tertua di Indonesia.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Candi Jiwa bukan sekadar peninggalan sejarah, tetapi juga simbol peradaban, toleransi, dan kedamaian yang telah tumbuh di tanah Jawa Barat selama berabad-abad.

"Perayaan Waisak di Candi Jiwa ini menjadi bukti bahwa Jawa Barat adalah rumah bagi keberagaman. Tugas kita bukan hanya menjaga bangunan bersejarah ini, tetapi juga merawat nilai-nilai toleransi, persatuan, dan kedamaian yang diwariskan oleh para leluhur," ujar Dedi Mulyadi.

Menurutnya, keberagaman yang hidup di tengah masyarakat Jawa Barat harus terus dijaga sebagai modal penting dalam membangun kehidupan yang harmonis dan saling menghormati antarumat beragama.

Dorong Batujaya Jadi Destinasi Wisata Religi dan Sejarah

Senada dengan gubernur, Bupati Karawang menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengembangkan dan melestarikan kawasan Percandian Batujaya sebagai destinasi wisata sejarah dan religi yang memiliki nilai budaya tinggi.

Pemerintah Kabupaten Karawang berencana meningkatkan berbagai fasilitas penunjang, termasuk akses jalan menuju kawasan candi, guna memberikan kenyamanan bagi peziarah, wisatawan, maupun peneliti yang berkunjung.

Selain itu, upaya pelestarian kawasan juga akan terus dilakukan agar keaslian dan nilai historis situs tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Warisan Peradaban Buddha Kuno

Kompleks Percandian Batujaya merupakan salah satu situs arkeologi penting di Indonesia yang diperkirakan berasal dari abad ke-5 hingga ke-6 Masehi.

Dua bangunan yang menjadi ikon kawasan tersebut adalah:

  • Candi Jiwa, yang memiliki struktur unik dengan bagian atas berbentuk menyerupai bunga teratai (lotus), simbol kesucian dalam ajaran Buddha.

  • Candi Blandongan, bangunan berukuran lebih besar yang memiliki struktur bertingkat dan menjadi salah satu pusat aktivitas ritual pada masa lampau.

Keberadaan kedua candi tersebut menjadikan Batujaya sebagai salah satu pusat sejarah perkembangan agama Buddha di Nusantara.

Waisak Jadi Momentum Memperkuat Persatuan

Perayaan Waisak diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas kedamaian dan kerukunan yang terus terjaga di tengah masyarakat.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Karawang berharap kawasan Candi Jiwa dan Candi Blandongan dapat terus berkembang sebagai pusat pelestarian sejarah, wisata religi, dan pendidikan budaya yang mampu menarik perhatian masyarakat nasional maupun internasional.

Keberagaman suku, budaya, dan agama yang hidup berdampingan di Kabupaten Karawang juga menjadi bukti nyata bahwa toleransi dan saling menghormati merupakan nilai yang terus dijaga oleh masyarakat setempat sebagai bagian dari warisan bangsa.

(Enday Sukandi)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update