Kadis Pertanian Barru Maksimalkan PENAS XVII untuk Perluas Jejaring dan Perkuat Kolaborasi Pertanian
GORONTALO (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM
Keikutsertaan Dinas Pertanian Kabupaten Barru dalam Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 tidak hanya difokuskan pada partisipasi kegiatan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk memperluas jejaring serta memperkuat komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian di tingkat nasional.
Komitmen tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, dan Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, yang secara khusus berpesan kepada seluruh kontingen Barru agar memanfaatkan ajang nasional tersebut untuk membangun relasi dan menyerap berbagai inovasi yang dapat mendukung pembangunan pertanian daerah.
“Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Perbanyak komunikasi dan bangun jejaring dengan para pemangku kepentingan sektor pertanian. Serap informasi, pengalaman, serta inovasi yang dapat mendorong kemajuan pertanian Kabupaten Barru,” pesan Bupati dan Wakil Bupati saat melepas kontingen Barru menuju PENAS XVII.
Pesan tersebut menjadi perhatian utama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barru selama mengikuti rangkaian kegiatan di Gorontalo. Di sela agenda resmi PENAS, ia aktif menjalin komunikasi dengan sejumlah pejabat Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, penyuluh, praktisi, akademisi, hingga pelaku usaha pertanian dari berbagai daerah di Indonesia.
Bahkan, berbagai pertemuan informal di warung kopi dan area kegiatan dimanfaatkan sebagai ruang diskusi produktif untuk bertukar informasi, pengalaman, dan peluang kerja sama yang berpotensi mendukung pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Barru.
Salah satu pertemuan yang berlangsung penuh keakraban dilakukan bersama Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian RI, Muh. Yusuf, S.P., M.P. Dalam kesempatan tersebut, berbagai isu strategis terkait pengembangan pertanian, dukungan sarana dan prasarana, serta peluang kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi topik pembahasan.
Komunikasi juga terjalin dengan Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Muhammad Taufik Ratule. Ia menilai PENAS menjadi wadah penting untuk memperkuat pertukaran teknologi, inovasi, dan pengalaman antardaerah dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barru menegaskan, komunikasi dan jejaring yang dibangun selama PENAS merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna mempercepat pembangunan sektor pertanian.
Menurutnya, berbagai informasi, peluang program, serta pengalaman yang diperoleh selama kegiatan akan menjadi modal berharga dalam pengembangan komoditas unggulan daerah, peningkatan produktivitas pertanian, serta upaya meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Barru.
“PENAS bukan hanya ajang pertemuan petani dan nelayan, tetapi juga ruang strategis untuk membangun kolaborasi, membuka akses program, dan memperluas jaringan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan pertanian daerah,” ujarnya.
Melalui keaktifan menjalin komunikasi dan memperluas jejaring selama PENAS XVII, Kabupaten Barru diharapkan dapat memperoleh lebih banyak peluang kerja sama, akses terhadap inovasi teknologi pertanian, serta dukungan program pembangunan yang berdampak langsung pada peningkatan daya saing dan kesejahteraan petani.
(Darman)







