Notification

×

Iklan

Iklan

Operasi Kelainan Bawaan pada Anak Sapi Berhasil, Tim Veteriner Barru Selamatkan Pedet dari Atresia Anu

6/14/26 | Minggu, Juni 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-14T07:12:25Z

Operasi Kelainan Bawaan pada Anak Sapi Berhasil, Tim Veteriner Barru Selamatkan Pedet dari Atresia Anu

BARRU (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM

Tim medis veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Barru berhasil menangani kasus Atresia Anu pada seekor anak sapi milik Amiruddin, peternak asal Labukkang, Kelurahan Palanro, Kecamatan Mallusetasi. Operasi yang dilaksanakan di Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan) Pekkae pada Jumat (12/6/2026) tersebut berjalan sukses dan memberikan harapan baru bagi kelangsungan hidup pedet yang baru lahir itu.

Kasus ini terungkap setelah anak sapi yang lahir sehari sebelumnya tidak mampu mengeluarkan feses. Setelah dilakukan pemeriksaan medis, tim dokter hewan mendiagnosis pedet mengalami Atresia Anu, yakni kelainan bawaan yang ditandai tidak terbentuknya lubang anus secara normal sehingga memerlukan tindakan operasi segera.

Prosedur pembedahan dipimpin oleh drh. Zul Kadri bersama drh. Yaomil, dengan dukungan paramedik veteriner Juparlan, Sulfahmi, dan Bunga. Operasi berlangsung sekitar satu setengah jam dan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Melalui tindakan tersebut, tim medis berhasil membentuk lubang anus dan menghubungkannya dengan saluran rektum sehingga fungsi pembuangan feses diharapkan dapat berjalan normal. Saat ini, kondisi anak sapi terus dipantau dalam masa pemulihan guna memastikan proses penyembuhan berlangsung optimal.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Barru, Andi Muhammad Nur, S.Sos., M.M., mengapresiasi keberhasilan tim veteriner dalam menangani kasus tersebut.

"Keberhasilan penanganan ini menunjukkan kesiapan dan kompetensi tenaga kesehatan hewan di Kabupaten Barru dalam memberikan pelayanan terbaik kepada peternak. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan hewan demi mendukung produktivitas peternakan masyarakat," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada peternak terkait berbagai kelainan bawaan pada ternak agar dapat dikenali sejak dini dan segera mendapatkan penanganan medis yang tepat.

"Semakin cepat kasus seperti ini dilaporkan, semakin besar peluang keberhasilan penanganannya. Karena itu, kami terus mendorong peternak untuk aktif berkonsultasi dan melaporkan setiap gangguan kesehatan ternak kepada petugas," tambahnya.

Sementara itu, Amiruddin (51), pemilik ternak, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas respons cepat serta penanganan profesional yang diberikan tim kesehatan hewan.

"Kami sangat terbantu dengan pelayanan yang diberikan. Namun, kami berharap ke depan pemerintah dapat menghadirkan Poskeswan di wilayah Mallusetasi agar peternak lebih mudah mengakses layanan kesehatan hewan tanpa harus menempuh perjalanan yang jauh," katanya.

Keberhasilan operasi ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan tenaga kesehatan hewan Kabupaten Barru dalam menangani kasus-kasus medis pada ternak, termasuk kelainan bawaan yang membutuhkan tindakan cepat dan khusus. Di sisi lain, aspirasi peternak terkait pemerataan layanan kesehatan hewan diharapkan dapat menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan di seluruh wilayah Kabupaten Barru.

(Darman)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update