Ukhuwah dan Nostalgia Mengalir di Tanah Barakka, Alumni Santri DDI Mangkoso 2001–2008 Gelar Reuni Penuh Makna
BARRU (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM
Semangat ukhuwah Islamiyah dan kerinduan terhadap almamater mewarnai Reuni Alumni Santri Pondok Pesantren Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) Mangkoso Angkatan 2001–2008 yang digelar di Pulau Dutungan, Desa Cilellang, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sabtu–Ahad (20–21/6/2026).
Mengusung tema “Refleksi Alumni Santri DDI Mangkoso 2001–2008 dalam Mengokohkan Solidaritas dan Soliditas”, kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen alumni dalam mendukung kemajuan almamater dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Sekitar 30 alumni hadir dalam reuni tersebut. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Kabupaten Barru, Makassar, Maros, Gowa, Bone, Bulukumba, Pangkep, Sidrap, Pinrang, dan Soppeng. Bahkan, sejumlah alumni datang dari luar Sulawesi, seperti Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, serta Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Pulau Dutungan dipilih sebagai lokasi kegiatan karena suasananya yang mendukung terjalinnya kebersamaan dan refleksi. Selain itu, kawasan tersebut berada tidak jauh dari lingkungan DDI Mangkoso yang selama ini dikenal sebagai “Tanah Barakka”, tempat lahir dan berkembangnya banyak ulama, dai, serta tokoh masyarakat.
Penanggung Jawab Kegiatan, Muhammad Fadli, mengatakan bahwa reuni ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga wadah memperkuat ikatan persaudaraan yang telah terjalin sejak masa menimba ilmu di pesantren.
“Reuni ini bukan sekadar seremonial. Ada dua ruh utama yang menjadi fondasi kegiatan, yakni nostalgia yang mengajak kita mengenang perjalanan masa lalu dan ukhuwah yang menguatkan langkah kita untuk terus bergerak bersama dalam bingkai solidaritas dan soliditas sebagai keluarga besar DDI,” ujarnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para alumni menggelar sesi silaturahmi dan diskusi, sekaligus melakukan kunjungan ke Kampus 2 Putra DDI Mangkoso di Tonrongnge. Kunjungan itu dimanfaatkan untuk bersilaturahmi dengan pimpinan pesantren, para ulama, dan pembina kampus, serta melihat langsung perkembangan pembangunan sarana pendidikan di lingkungan pesantren.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makam pendiri DDI, Almagfurlah Anregurutta KH. Abdurrahman Ambo Dalle, serta makam Almarhum Anregurutta KH. Abd. Wahab Zakariya, M.A., yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan Kampus 2 Putra DDI Mangkoso.
Para alumni juga berziarah ke makam sejumlah ulama dan asatidz sebagai bentuk penghormatan kepada para guru yang telah mewariskan ilmu, akhlak, dan keteladanan kepada generasi santri.
Dalam pertemuan tersebut, alumni menegaskan komitmen untuk terus menjaga sanad keilmuan, memperkuat jaringan silaturahmi, serta melanjutkan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para ulama DDI Mangkoso.
Selain itu, berbagai peluang kolaborasi turut dibahas, mulai dari penguatan ekonomi umat, kegiatan sosial dan dakwah, pendampingan hukum, hingga dukungan terhadap pembangunan fasilitas pendidikan pesantren.
Kegiatan reuni ini juga mendapat apresiasi dari Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari. Melalui pesan yang disampaikan kepada panitia, ia mengucapkan selamat atas terselenggaranya reuni tersebut dan berharap para alumni DDI Mangkoso terus menjadi pribadi yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjaga nama baik almamater.
Reuni Alumni Santri DDI Mangkoso Angkatan 2001–2008 menjadi bukti bahwa ikatan persaudaraan yang terjalin di lingkungan pesantren tidak pernah lekang oleh waktu. Dari nostalgia yang menghidupkan kenangan hingga ukhuwah yang menguatkan langkah masa depan, para alumni terus merawat nilai-nilai keilmuan, pengabdian, dan persaudaraan yang diwariskan para ulama pendiri DDI Mangkoso.
(Darman)









