Notification

×

Iklan

Iklan

Wabup Barru Ajak Orang Tua Berinvestasi untuk Pendidikan Anak di Pesantren

6/27/26 | Sabtu, Juni 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-27T11:13:59Z

Wabup Barru Ajak Orang Tua Berinvestasi untuk Pendidikan Anak di Pesantren

Barru (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com

Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, mengajak para orang tua untuk tidak ragu berkorban demi pendidikan anak, khususnya pendidikan agama di pondok pesantren. Menurutnya, investasi terbaik yang dapat diwariskan kepada anak bukan hanya harta, melainkan ilmu dan akhlak yang akan menjadi bekal sepanjang hayat.

Pesan tersebut disampaikan Abustan saat menghadiri Haflah Qiraatil Kutub Madrasah I'dadiyah Pondok Pesantren DDI Mangkoso di Kampus III Putri Bulu Lampang, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Sabtu (27/6/2026).

Dalam sambutannya, Abustan memberikan apresiasi kepada para orang tua santri yang dinilainya memiliki komitmen tinggi dalam memberikan pendidikan agama kepada anak-anak mereka.

"Menjadi orang tua santri itu tidak mudah. Karena itu saya katakan, bapak dan ibu yang hadir di sini adalah orang tua hebat. Jangan pernah takut mengeluarkan biaya ketika anak ingin menuntut ilmu. Itu adalah investasi terbaik untuk masa depan mereka," ujarnya.

Sebagai bentuk penghargaan atas semangat belajar para santri, Abustan bahkan meminta panitia memberikan hadiah kepada peserta yang telah mengikuti ujian Haflah Qiraatil Kutub.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari tingginya ilmu pengetahuan, tetapi juga dari kuatnya akhlak dan adab yang dimiliki peserta didik.

"Setinggi apa pun pendidikan seseorang, kalau tidak memiliki adab, ilmunya tidak akan membawa manfaat. Hari ini kita melihat nilai-nilai sopan santun mulai memudar. Karena itu saya bersyukur anak-anak kita dididik di DDI Mangkoso yang tetap menanamkan adab sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari," katanya.

Abustan mengaku terkesan dengan kualitas pendidikan yang diterapkan di DDI Mangkoso. Bahkan, ia berencana mendorong anggota keluarganya untuk melanjutkan pendidikan di pesantren tersebut.

"Saya sudah sampaikan kepada keluarga agar nanti ada keponakan atau cucu kami yang menjadi alumni DDI Mangkoso," ungkapnya.

Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi atas berbagai prestasi yang diraih DDI Mangkoso, termasuk keberhasilan para santri menerbitkan buku "Di Negeri Para Perindu Ilmu" di bawah pendampingan penulis nasional Dr. Bahtiar Adnan Kusuma. Menurutnya, kemampuan menulis dan menghasilkan karya merupakan pencapaian yang patut dibanggakan.

"Menulis buku bukan pekerjaan yang mudah. Ini menjadi bukti bahwa santri DDI Mangkoso tidak hanya mampu membaca kitab, tetapi juga mampu melahirkan karya literasi yang bermanfaat," tuturnya.

Di akhir sambutannya, Abustan mengajak masyarakat, khususnya warga Kabupaten Barru, untuk terus memperkenalkan DDI Mangkoso sebagai salah satu pesantren yang telah melahirkan banyak ulama, pendidik, dan tokoh masyarakat.

"Kalau ingin melihat lahirnya ulama-ulama besar, datanglah ke DDI Mangkoso. Mari bersama-sama memperkenalkan pesantren ini agar semakin banyak generasi muda yang memperoleh pendidikan agama dan akhlak yang kuat," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru, H. Irman, menyebut Haflah Qiraatil Kutub sebagai wujud nyata keberhasilan sistem pendidikan pesantren. Menurutnya, kemampuan santri membaca dan memahami kitab kuning merupakan hasil proses pembelajaran yang telah diwariskan secara turun-temurun di DDI Mangkoso.

Ia menilai tradisi keilmuan yang terus dipertahankan pesantren tersebut merupakan warisan berharga yang harus dijaga karena telah melahirkan banyak ulama, guru, dan pendidik yang berkontribusi bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Madrasah I'dadiyah DDI Mangkoso, Prof. (HC) Dr. Muhammad Agus, M.Th.I., menjelaskan bahwa Haflah Qiraatil Kutub merupakan bentuk pertanggungjawaban lembaga kepada orang tua atas perkembangan para santri selama kurang lebih sepuluh bulan menjalani pendidikan.

Menurutnya, para santri datang dengan kemampuan yang beragam. Bahkan, sebagian belum mampu membaca Al-Qur'an saat pertama kali masuk pesantren.

"Alhamdulillah, hari ini mereka sudah mampu membaca Al-Qur'an dengan baik, menghafal Juz 30, menghafal Matan Al-Ajurrumiyah, menguasai ilmu sharaf, hingga membaca kitab kuning tanpa harakat," jelasnya.

Ia menambahkan, selain memperkuat kompetensi keagamaan, DDI Mangkoso juga terus mengembangkan budaya literasi. Tahun ini para santri berhasil menerbitkan buku "Di Negeri Para Perindu Ilmu", yang mengisahkan perjalanan mereka sejak pertama kali memasuki pesantren hingga menjalani proses menuntut ilmu.

Buku tersebut disusun dengan pendampingan penulis nasional Dr. Bahtiar Adnan Kusuma, yang juga merupakan orang tua santri.

"Kami ingin anak-anak tidak hanya mampu membaca kitab, tetapi juga mampu menulis dan menyampaikan gagasannya melalui karya yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar Prof. Muhammad Agus.

Kegiatan Haflah Qiraatil Kutub berlangsung khidmat dan dihadiri Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso AG. Prof. Dr. H. M. Faried Wadjedy, Lc., M.A., Sekretaris Pengurus Besar DDI, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pangkep dan Kabupaten Barru, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barru, Syeikh Murtadho dari Al-Azhar Mesir, perwakilan MUI Kabupaten Maros, Ketua LP2S UMI Prof. Dr. Baharuddin Semmaila, unsur Forkopimcam, para guru, tenaga pendidik, kepala sekolah, serta ratusan orang tua santri dan santriwati.

Momentum ini menjadi bukti bahwa DDI Mangkoso tidak hanya mencetak generasi yang menguasai ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga membangun karakter, budaya literasi, serta akhlak mulia sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

(Darman)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update