Notification

×

Iklan

Iklan

Respons Cepat Ditpolairud Polda Sumsel Terjunkan Tim Cari Warga Diduga Diterkam Buaya di Banyuasin

7/06/26 | Senin, Juli 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-06T06:06:33Z

Respons Cepat Ditpolairud Polda Sumsel Terjunkan Tim Cari Warga Diduga Diterkam Buaya di Banyuasin

BANYUASIN (SUMATERA SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM

Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatera Selatan bergerak cepat menurunkan tim untuk mencari seorang warga yang dilaporkan hilang setelah diduga diterkam buaya di perairan Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Senin (6/7/2026) dini hari.

Langkah cepat tersebut merupakan bentuk respons kepolisian dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan situasi darurat yang mengancam keselamatan jiwa.

Korban diketahui bernama Ipan Nurzaman bin Anung (26). Berdasarkan laporan yang diterima Pos Pangkalan Sandar Penuguan Ditpolairud Polda Sumsel, insiden terjadi sekitar pukul 01.53 WIB di kawasan perairan Desa Teluk Betung.

Sesaat setelah menerima laporan dari masyarakat, personel Kapal Polisi V-1038 Penuguan langsung menuju lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, tim berkoordinasi dengan aparat desa, para saksi, dan warga setempat untuk melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai yang diduga menjadi lokasi korban hilang.

Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula ketika korban bersama tiga rekannya hendak memperbaiki perahu jukung yang berada di pinggir dermaga. Saat rekan-rekannya lebih dahulu turun ke sungai, korban diduga melompat ke air dan seketika diserang seekor buaya. Upaya pencarian langsung dilakukan oleh rekan-rekannya, namun korban tidak lagi terlihat di permukaan air.

Selama proses pencarian, personel Ditpolairud juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, mendokumentasikan lokasi kejadian, serta memperluas area pencarian bersama masyarakat. Koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan guna mengoptimalkan dukungan personel maupun sarana pencarian.

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa peristiwa tersebut diduga merupakan musibah akibat serangan satwa liar di habitat alaminya. Hingga saat ini, polisi belum menemukan indikasi adanya unsur tindak pidana. Sementara itu, perahu jukung yang sedang diperbaiki korban telah didata sebagai bagian dari dokumentasi penyelidikan.

Direktur Kepolisian Perairan dan Udara Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Heru Agung Nugroho, S.I.K., menginstruksikan seluruh personel agar mengoptimalkan upaya pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan personel serta memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur terkait.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa jajaran Polda Sumsel akan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam setiap situasi darurat.

"Kami memastikan seluruh personel Ditpolairud Polda Sumatera Selatan bekerja secara maksimal dalam upaya pencarian korban dengan mengedepankan profesionalisme, koordinasi, dan keselamatan personel. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah perairan yang diketahui merupakan habitat satwa liar, serta segera melaporkan setiap keadaan darurat melalui layanan Kepolisian 110 atau kepada petugas terdekat," ujarnya.

Polda Sumatera Selatan juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di kawasan sungai, rawa, maupun pesisir agar selalu mengutamakan keselamatan, menghindari aktivitas seorang diri terutama pada malam hari di lokasi yang rawan kemunculan satwa liar, serta mematuhi arahan petugas di lapangan. Sinergi antara masyarakat dan aparat diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan sekaligus mendukung kelancaran proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan.

(Yusan)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update