Notification

×

Iklan

Iklan

Kelompok Tani To Nepo Gandeng PT DGW Edukasi Petani Kendalikan Gulma dan Hama

8/15/26 | Sabtu, Agustus 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-15T04:14:13Z

Kelompok Tani To Nepo Gandeng PT DGW Edukasi Petani Kendalikan Gulma dan Hama

BARRU (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM

Kelompok Tani To Nepo menggandeng PT Dharma Guna Wibawa (DGW) untuk memberikan edukasi kepada petani terkait pengendalian gulma dan hama tanaman sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan mendukung ketahanan pangan.

Kegiatan sosialisasi berlangsung di Dusun Mareppang, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Jumat (14/8/2026), dan diikuti Ketua Kelompok Tani To Nepo Darman bersama para anggota.

Dalam kegiatan tersebut, Promotion Officer PT DGW wilayah Kabupaten Maros, Muhammad Yusuf, memperkenalkan sejumlah produk pertanian yang dapat digunakan untuk pengendalian gulma dan hama serta pemupukan.

Menurut Yusuf, gulma dan hama masih menjadi salah satu kendala yang kerap dihadapi petani, terutama pada tanaman padi dan jagung. Karena itu, pemilihan metode dan produk pengendalian harus disesuaikan dengan kondisi tanaman dan lahan.

“Bukan hanya pestisida untuk gulma, kami juga menyediakan pestisida untuk hama dan pupuk serbuk. Kami siap menerima laporan petani terkait permasalahan gulma maupun hama di lapangan dan melakukan pendampingan jika diperlukan,” jelas Yusuf.

Ketua Kelompok Tani To Nepo, Darman, mengapresiasi sosialisasi tersebut. Ia berharap kegiatan itu dapat menambah pengetahuan anggota sekaligus memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi petani.

“Kami berharap sosialisasi ini memberikan manfaat bagi anggota kelompok. Nantinya kami juga akan menyediakan lahan untuk dijadikan demplot agar petani dapat melihat secara langsung hasil penggunaannya,” ujar Darman.

Darman juga mengingatkan pentingnya memastikan produk pertanian yang digunakan memiliki izin dan memenuhi ketentuan yang berlaku, sehingga petani memperoleh kepastian dan keamanan dalam penggunaannya.

Selain pengendalian gulma dan hama, ia mengimbau petani tidak membersihkan lahan dengan cara membakar, terlebih di tengah musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

“Jangan membersihkan lahan dengan cara membakar, apalagi saat musim kemarau. Kita harus menggunakan cara yang lebih aman dalam membersihkan dan mengendalikan gulma,” katanya.

Para anggota Kelompok Tani To Nepo menyambut baik kegiatan tersebut. Melalui edukasi dan rencana pembuatan demplot, petani diharapkan semakin memahami pengelolaan tanaman secara efektif, aman, dan berkelanjutan.

Upaya tersebut diharapkan turut mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Barru.

(Arfah)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update