Notification

×

Iklan

Iklan

Forkopimda Barru Bahas BBM, Listrik, Air Bersih hingga Ketenagakerjaan

9/12/26 | Sabtu, September 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-12T12:07:27Z

Forkopimda Plus Barru Satukan Langkah Hadapi Persoalan BBM, Listrik, Air Bersih hingga Ketenagakerjaan

BARRU (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM

Pemerintah Kabupaten Barru bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Plus menyatukan langkah menghadapi sejumlah persoalan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Mulai dari ketersediaan BBM, listrik, air bersih, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), LPG 3 kilogram hingga persoalan ketenagakerjaan menjadi perhatian dalam forum tersebut.

Pembahasan berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Barru, Jumat (11/9/2026) malam, dipimpin Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si. Pertemuan ini menjadi forum lintas sektor untuk mendengar kondisi di lapangan sekaligus memastikan setiap persoalan memiliki solusi dan tindak lanjut yang jelas.

Bupati Andi Ina menegaskan, persoalan yang berkembang di tengah masyarakat tidak boleh hanya berhenti pada tahap identifikasi. Pemerintah bersama seluruh unsur terkait harus mengambil langkah konkret agar kondisi tersebut tidak menimbulkan keresahan.

“Tujuan kita bagaimana fenomena yang ada ini jangan sampai membuat masyarakat panik dan takut. Yang paling penting adalah keselamatan dan keamanan masyarakat,” tegas Andi Ina.

Pasokan BBM Jadi Perhatian Utama

Salah satu isu yang mendapat perhatian serius adalah ketersediaan BBM. Pertamina Patra Niaga memastikan tidak ada pemotongan kuota BBM untuk Kabupaten Barru.

Pasokan harian disebut mencapai sekitar 104 kiloliter Pertalite dan 104 kiloliter solar untuk sembilan SPBU. Jumlah tersebut bahkan mendapat tambahan pasokan sekitar 15 hingga 20 persen dibandingkan kondisi normal.

Tingginya kebutuhan BBM tidak terlepas dari posisi Barru yang berada di jalur Trans Sulawesi. Jalur tersebut menjadi lintasan kendaraan masyarakat maupun angkutan logistik. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat lokal, termasuk nelayan yang mengandalkan BBM untuk aktivitas melaut, juga harus tetap terpenuhi.

Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang meminta pengawasan distribusi diperkuat, termasuk terhadap tata kelola SPBU dan penjualan BBM menggunakan jeriken di pinggir jalan.

Antrean kendaraan, khususnya di SPBU Bojo yang banyak melayani kendaraan truk, juga diminta ditata agar tidak mengganggu keselamatan pengguna jalan dan kelancaran arus lalu lintas.

Bupati Andi Ina meminta seluruh pengelola SPBU memperbaiki tata kelola pelayanan serta memastikan masyarakat lokal tidak kesulitan mendapatkan BBM.

Ia bahkan menegaskan akan mengambil langkah tegas apabila persoalan pelayanan ditemukan berasal dari pengelolaan SPBU.

“Kalau memang persoalannya ada di SPBU, tentu kita akan ambil langkah. Bahkan kalau perlu, kita bisa meminta SPBU itu ditutup,” ujarnya.

Andi Ina juga mengingatkan bahwa surat pemerintah daerah terkait permohonan penambahan kuota BBM tidak dipungut biaya dan tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

“Surat Bupati terkait dengan penambahan kuota BBM itu nol rupiah. Saya menandatangani itu untuk membantu masyarakat, bukan untuk mencari keuntungan,” tegasnya.

PLN Diminta Perkuat Komunikasi

Persoalan energi juga dibahas dari sisi kelistrikan. Kepala ULP PLN Barru Ulfa Pratiwi menjelaskan, pemadaman listrik berkaitan dengan pemeliharaan infrastruktur dan kondisi sejumlah pembangkit dalam sistem kelistrikan Sulawesi Selatan yang saling terhubung.

Pemkab Barru meminta PLN memperkuat komunikasi kepada masyarakat terkait jadwal pemadaman agar warga dapat menyesuaikan aktivitas. Kawasan ekonomi dan fasilitas strategis juga diminta mendapat perhatian khusus.

Bupati Andi Ina secara khusus meminta kontinuitas pasokan listrik ke RSUD Barru menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan keselamatan pasien.

“Saya mohon terkait dengan rumah sakit umum kita menjadi perhatian, untuk mungkin tidak ada pemadaman, karena di sana pemadaman sedikit pun bisa membahayakan nyawa masyarakat kita,” katanya.

Distribusi Air Bersih Terus Dilakukan

Persoalan air bersih turut menjadi perhatian menyusul menurunnya debit sejumlah sumber air dan produksi intake.

Pemkab Barru bersama Perumda Air Minum Tirta Waesai, BPBD, PMI, TNI, Damkar dan unsur terkait terus menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki ke wilayah terdampak.

Namun, Bupati menekankan agar penanganan air bersih tidak hanya bersifat sementara saat musim kemarau. Pemerintah daerah diminta mulai menyiapkan perencanaan jangka panjang untuk menjamin ketersediaan air bagi masyarakat.

Karhutla hingga LPG 3 Kg

Pada sektor karhutla, Kapolres Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap, S.I.K., M.H., menekankan pentingnya kesiapsiagaan hingga tingkat desa dan kelurahan.

Setiap kejadian kebakaran perlu ditelusuri untuk mengetahui penyebab, status lahan, serta pihak yang bertanggung jawab.

Dandim 1405/Parepare Letkol Inf. Erwin Hidayat, S.I.P., mendorong penguatan edukasi dan pencegahan kepada masyarakat. Sementara Kajari Barru Erik Yudistira, S.H., M.H., menilai penegakan hukum tetap diperlukan terhadap pembakaran yang dilakukan secara sengaja, disertai penguatan mitigasi dan edukasi.

Distribusi LPG 3 kilogram juga menjadi perhatian. Pemkab menyoroti masih adanya pengecer yang tidak tercatat sebagai pangkalan resmi serta penggunaan LPG subsidi oleh masyarakat yang tidak masuk sasaran.

Penataan distribusi dan edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar LPG bersubsidi benar-benar diterima oleh kelompok yang berhak.

Persoalan PHK Masih Dimediasi

Sementara pada sektor ketenagakerjaan, persoalan pemutusan hubungan kerja (PHK) di PT Layar Perkasa Nusantara yang melibatkan puluhan pekerja masih dalam proses mediasi tripartit.

Penyelesaian diarahkan melalui dialog dengan tetap memperhatikan hak pekerja dan keberlangsungan investasi. Kepolisian menyatakan siap mendukung pengamanan situasi, sementara penyelesaian persoalan diupayakan melalui koordinasi dan langkah teknis sebelum memasuki proses hukum.

Pemkab Tekankan Komunikasi Publik

Selain persoalan teknis, forum Forkopimda Plus juga menyoroti pentingnya komunikasi publik. Informasi yang tidak utuh, khususnya yang beredar di media sosial, dinilai berpotensi memperbesar persoalan dan memicu kepanikan.

Wakil Bupati meminta setiap persoalan diselesaikan sejak hulu melalui koordinasi dan dialog. Media juga diharapkan menyampaikan informasi secara faktual, berimbang dan utuh, termasuk mengenai perkembangan penanganan serta solusi yang dilakukan pemerintah.

Menutup pertemuan, Bupati Andi Ina menegaskan seluruh pembahasan harus menghasilkan tindakan nyata dan kesepakatan bersama.

“Kita ingin pertemuan ini menjadi hasil dan kesepakatan kita bersama, dengan harapan masyarakat Kabupaten Barru tidak terjadi kepanikan terhadap hal-hal yang terjadi saat ini,” ujarnya.

Bupati mengapresiasi sinergi TNI, Polri, BPBD dan seluruh pihak dalam menangani berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia meminta pengelola SPBU memperbaiki pelayanan, PLN menjaga kontinuitas listrik terutama untuk RSUD, serta Perumda Air Minum terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Andi Ina, kekompakan lintas sektor dan komunikasi yang baik menjadi kunci agar setiap persoalan yang ditemukan di lapangan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

(Darman)
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update