Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Barru Hadiri Pelepasan Bantuan Susu untuk 24 Kabupaten /Kota di Sulsel

10/06/26 | Selasa, Oktober 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-06T13:15:37Z


Bupati Barru Hadiri Pelepasan Bantuan Susu untuk 24 Kabupaten/Kota di Sulsel

MAKASSAR (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., menghadiri pelepasan secara simbolis distribusi bantuan produk susu bagi masyarakat di Sulawesi Selatan. Bantuan tersebut merupakan kolaborasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, PT Nestlé Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, pemerintah kabupaten/kota, serta Muslimat NU Sulsel.

Kegiatan berlangsung di Aula Baruga Asta Cita dan Pelataran Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (5/10/2026). Pelepasan bantuan dilakukan langsung Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, sementara Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi mengikuti kegiatan secara virtual.

Bantuan tersebut menyasar 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, dengan total 177.500 produk susu atau sekitar 5.000 karton.

Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi mengapresiasi kolaborasi lintas sektor tersebut sebagai bentuk kepedulian bersama dalam mendukung pemenuhan gizi anak dan peningkatan kesejahteraan keluarga, khususnya masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, anak merupakan generasi penerus sekaligus calon pemimpin bangsa sehingga pemenuhan hak anak untuk hidup, tumbuh, berkembang, sehat, dan mendapatkan perlindungan harus menjadi perhatian bersama.

“Ini merupakan inisiatif sebagai wujud nyata semangat dan kepedulian bersama untuk memastikan anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat, kuat, dan berkembang secara optimal,” ujar Arifatul.

Ia menegaskan, bantuan produk susu tidak seharusnya dipandang sebatas bantuan pangan. Distribusi tersebut perlu dibarengi edukasi keluarga, pemantauan kondisi penerima manfaat, serta kemudahan akses terhadap layanan kesehatan.

Menteri PPPA juga mengingatkan pentingnya pemberian makanan sesuai usia dan kebutuhan tumbuh kembang anak. Untuk bayi usia 0–6 bulan, ASI eksklusif tetap menjadi prioritas. Setelah usia enam bulan, pemberian makanan pendamping ASI dapat dilakukan dengan tetap memberikan ASI hingga usia dua tahun atau lebih.

Gubernur Sulsel: Investasi Generasi Tak Kalah Penting dari Infrastruktur

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyebut bantuan tersebut sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia.

Menurutnya, pembangunan kualitas manusia memiliki arti penting karena menentukan keberlanjutan pembangunan dan masa depan bangsa.

“Ini adalah investasi sumber daya manusia. Tidak bisa dibandingkan dengan investasi infrastruktur yang setiap saat bisa berganti. Ini investasi generasi emas untuk menuju Indonesia Emas 2045,” kata Andi Sudirman.

Ia menilai penanganan persoalan gizi anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, hingga organisasi kemasyarakatan.

Menurutnya, kolaborasi diperlukan agar berbagai program peningkatan kesehatan dan gizi anak dapat berjalan lebih efektif serta menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Andi Sudirman juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan PT Nestlé Indonesia dalam mendukung masyarakat Sulawesi Selatan. Menurutnya, bantuan tersebut memiliki arti penting, terutama bagi anak-anak yang berada di wilayah pedesaan dan pelosok.

Pengalaman Penanganan Stunting

Dalam kesempatan tersebut, Andi Sudirman memaparkan pengalaman Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam menangani persoalan stunting. Salah satu program intervensi sebelumnya menyasar sekitar 15.120 anak melalui pemberian makanan yang diformulasikan sesuai kebutuhan selama 59 hari.

Berdasarkan evaluasi, sekitar 70 persen anak penerima intervensi menunjukkan perubahan pada berat dan tinggi badan. Evaluasi tersebut juga menemukan sejumlah anak yang memiliki penyakit penyerta sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Menurut Gubernur, persoalan gizi anak tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pangan, tetapi juga dipengaruhi pengetahuan dan pola pengasuhan keluarga.

Karena itu, ia meminta distribusi bantuan dilakukan secara kolaboratif dan disertai edukasi kepada keluarga penerima manfaat agar bantuan yang diberikan memberikan dampak yang lebih optimal.

Sementara itu, Menteri PPPA RI juga mendorong penguatan kolaborasi melalui program Ruang Bersama Indonesia, termasuk pengembangan ketahanan pangan berbasis keluarga dan pemanfaatan pekarangan.

Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat layanan terpadu dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Melalui distribusi bantuan tersebut, pemerintah berharap produk susu dapat diterima masyarakat yang tepat sasaran sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak dan peningkatan kesejahteraan keluarga di Sulawesi Selatan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, jajaran kepala perangkat daerah lingkup Pemprov Sulsel dan kabupaten/kota, Ketua PW Muslimat NU Sulsel yang mengikuti secara virtual, Regional Sales Manager Sulawesi, Maluku dan Papua PT Nestlé Indonesia, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

(Darman)
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update