Gubernur Apolo Safanpo Lantik Paskalis Imadawa sebagai Ketua Umum IKF Flobamora Papua Selatan 2026–2031
MERAUKE (PAPUA SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM
Gubernur Papua Selatan, Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T., IPM, resmi melantik Paskalis Imadawa sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) Provinsi Papua Selatan masa bakti 2026–2031, Sabtu (24/10/2026). Pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT) sekaligus mendorong kontribusi nyata dalam pembangunan di Tanah Animha.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, di antaranya unsur Polda, TNI, pengurus IKF Provinsi Papua, para ketua IKF kabupaten/kota, ketua-ketua tungku, serta masyarakat Flobamora dari berbagai latar belakang profesi.
Dalam sambutannya, Paskalis Imadawa mengajak seluruh warga Flobamora untuk memperkuat persaudaraan, membangun kebersamaan, dan berperan aktif dalam mendukung pembangunan Papua Selatan.
Menurutnya, persatuan merupakan modal penting untuk menyatukan potensi masyarakat Flobamora, baik dalam kehidupan sosial maupun dalam berbagai sektor pembangunan.
“Masyarakat Flobamora adalah benih-benih unggul yang ditaburkan di Tanah Animha ini. Kita memiliki kemampuan untuk bekerja sama dalam semua sektor demi kemajuan Papua Selatan. Harus ada perubahan. Tanpa kebersamaan, semua potensi yang kita miliki akan menjadi sia-sia,” tegas Paskalis.
Ia berharap IKF Flobamora menjadi wadah pemersatu yang mampu merangkul seluruh warga NTT tanpa membedakan latar belakang, sekaligus menjadi mitra pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan menjaga keharmonisan masyarakat.
Paskalis juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang baik dengan pemerintah daerah. Ia mengajak seluruh anggota IKF berkontribusi sesuai kemampuan dan profesi masing-masing untuk mendukung kemajuan Papua Selatan.
Gubernur Ajak IKF Perkuat Kolaborasi
Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, dalam sambutannya mengajak pengurus IKF Flobamora memperkuat koordinasi, menjaga kekompakan, dan membangun kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat.
Ia menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan tidak hanya diharapkan memberikan manfaat bagi anggotanya, tetapi juga berkontribusi bagi masyarakat luas, termasuk masyarakat asli Papua.
Apolo juga mengingatkan pentingnya menghormati keputusan bersama serta menyelesaikan perbedaan melalui komunikasi dan musyawarah. Menurutnya, nilai-nilai adat dan budaya harus menjadi landasan dalam menjaga hubungan harmonis di tengah keberagaman masyarakat Papua Selatan.
Ia berharap kepengurusan IKF yang baru dapat menjalankan perannya secara positif dengan mengedepankan persaudaraan, penghormatan terhadap budaya setempat, serta kolaborasi bersama pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.
Tekankan AD/ART dan Konsolidasi Organisasi
Sementara itu, Mateus Mamun Sare, S.H., M.H., Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan HAM yang mewakili Ketua Umum IKF Provinsi Papua, menekankan pentingnya menjadikan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai pedoman dalam menjalankan organisasi.
Ia juga menyoroti pentingnya konsolidasi dan komunikasi antarpengurus, seiring dengan proses pembentukan kepengurusan IKF di sejumlah wilayah daerah otonomi baru (DOB) di Tanah Papua.
Menurutnya, pengembangan organisasi perlu dilakukan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan, mengedepankan musyawarah, serta menjaga persatuan dan persaudaraan antaranggota.
Dukungan Berbagai Pihak
Dalam laporan panitia, disampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moril maupun materiel sehingga pelantikan dapat terlaksana. Dukungan tersebut antara lain berasal dari para sesepuh Flobamora, Gubernur Papua Selatan, masyarakat Flobamora, serta Haji Sulaiman L. Hamzah, anggota DPR RI dari daerah pemilihan Papua Selatan.
Pelantikan Paskalis Imadawa diharapkan menjadi awal penguatan konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan peran warga Flobamora dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan, budaya, dan sektor lainnya.
Dengan semangat gotong royong dan persaudaraan, IKF Flobamora Papua Selatan diharapkan mampu menjaga nilai-nilai budaya NTT, menghormati adat istiadat masyarakat asli Papua, serta membangun kolaborasi yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat di Tanah Animha.
Persatuan, kebersamaan, dan kolaborasi menjadi landasan penting untuk mewujudkan Papua Selatan yang harmonis, maju, dan sejahtera.
(Eduardus Lede Umbu Pati, SH)


