Notification

×

Iklan

Iklan

Irigasi Bendungan Lanrae Rusak dan Dangkal, Petani Sipakainge Harap Segera Diperbaiki

10/02/26 | Jumat, Oktober 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-02T13:12:15Z

Irigasi Bendungan Lanrae Rusak dan Dangkal, Petani Sipakainge Harap Segera Diperbaiki

BARRU (SULAWESI SELATAN), DIMENSITIVINEWS.COM

Kondisi jaringan irigasi Bendungan Lanrae yang menjadi salah satu sumber pengairan lahan pertanian di Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, mendapat perhatian dari Kelompok Tani Sipakainge.

Sejumlah bagian saluran dilaporkan mengalami pendangkalan, kerusakan, serta dipenuhi rumput dan sampah. Bahkan, terdapat bagian saluran yang jebol sehingga dikhawatirkan mengganggu kelancaran distribusi air menuju lahan persawahan.

Kondisi tersebut disampaikan Ketua Kelompok Tani Sipakainge, Suardi Sele, kepada awak media, Kamis (1/10/2026). Kelompok tani yang berada di Dusun Topporeng itu memiliki sekitar 30 anggota dengan luas lahan persawahan kurang lebih 38 hektare.

Suardi mengatakan, sejumlah titik saluran, termasuk BTP 4 dan BTP 5, membutuhkan perhatian dan penanganan. Pendangkalan akibat material tanah yang menumpuk di dalam saluran dinilai membuat aliran air tidak berjalan optimal.

Selain itu, kerusakan pada dinding saluran juga menyebabkan sebagian air tidak dapat mengalir sebagaimana mestinya hingga ke bagian hilir.

“Yang kami khawatirkan, kalau kondisi ini tidak segera ditangani, air tidak bisa mengalir dengan baik sampai ke lahan persawahan kami. Apalagi tidak lama lagi petani akan memasuki musim tanam MT I,” ujar Suardi.

Kondisi saluran semakin membutuhkan perhatian karena di sejumlah titik terdapat sampah dan tumbuhan liar. Warga juga menemukan pohon tumbang di atas saluran yang berpotensi menghambat aliran air.

Di tengah kondisi tersebut, para petani tetap berupaya melakukan pembersihan secara gotong royong dengan peralatan seadanya. Material tanah yang menumpuk diangkat secara manual, sementara bagian saluran yang rusak ditangani sementara menggunakan tanah dan seng bekas.

Namun, upaya swadaya tersebut belum dapat mengatasi seluruh persoalan karena material yang harus dibersihkan cukup banyak dan kerusakan saluran membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Suardi mengungkapkan, kondisi tersebut sebelumnya telah disampaikan kepada petugas bendungan atau irigasi. Ia berharap pihak terkait dapat melakukan peninjauan langsung untuk melihat kondisi saluran sekaligus menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

“Kami sangat berharap pihak terkait turun langsung melihat kondisi di lapangan. Kami tidak meminta yang berlebihan, kami hanya berharap saluran irigasi ini diperbaiki dan dipelihara agar air bisa sampai ke sawah petani,” katanya.

Menurut Suardi, keberadaan jaringan irigasi memiliki peran penting bagi keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat. Karena itu, pemeliharaan saluran diharapkan dapat dilakukan sebelum memasuki musim tanam berikutnya.

“Harapan kami sederhana, bagaimana sawah kami bisa mendapatkan air dengan baik. Kami ingin bertani dengan tenang dan menghasilkan produksi yang maksimal untuk mendukung ketahanan dan swasembada pangan,” tutupnya.

Kelompok Tani Sipakainge berharap kondisi jaringan irigasi Bendungan Lanrae mendapat perhatian dan penanganan dari instansi berwenang sehingga distribusi air ke lahan pertanian dapat berjalan lebih optimal.

(Darman)

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update