Notification

×

Iklan

Iklan

Kunker Plt. Bupati Bekasi, Normalisasi BKG 26 di Pebayuran Diharapkan Pulihkan Irigasi dan Dongkrak Produksi Petani

10/06/26 | Selasa, Oktober 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-06T15:13:23Z

Kunker Plt Bupati Bekasi, Normalisasi BKG 26 di Pebayuran Diharapkan Pulihkan Irigasi dan Dongkrak Produksi Petani

BEKASI, JAWA BARAT), DIMENSITIVINEWS.COM

Upaya memperlancar jaringan irigasi pertanian terus dilakukan di Kabupaten Bekasi. Salah satunya melalui normalisasi saluran BKG 26 di Kampung Pacing Bedeng, Desa Sumberreja, Kecamatan Pebayuran, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja, PJT II Lemahabang Syamsir Siregar, Camat Pebayuran Hasyim Adnan Adha, Danramil Pebayuran Kapten Inf Sutikno, Kapolsek Pebayuran AKP Iing Suhaeri, S.H., perwakilan manajemen CSR Jababeka, PPL Pertanian Pebayuran Endah Lestari, S.P., kelompok tani, serta masyarakat setempat.

Normalisasi BKG 26 dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran irigasi agar distribusi air ke lahan pertanian dapat berjalan lebih optimal. Infrastruktur tersebut menjadi salah satu penunjang penting bagi aktivitas pertanian masyarakat di wilayah Pebayuran.

Saluran yang bersih dan berfungsi baik diharapkan dapat memperlancar pasokan air menuju areal persawahan, terutama saat petani memasuki masa tanam. Dengan demikian, kebutuhan air untuk lahan pertanian dapat terpenuhi secara lebih optimal.

Camat Pebayuran Hasyim Adnan Adha menilai keberhasilan normalisasi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk pengelola sumber daya air, aparat kewilayahan, kelompok tani, dan masyarakat.

Menurutnya, normalisasi saluran irigasi bukan sekadar pekerjaan teknis, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayah Pebayuran.

"Kami bersama seluruh pihak akan terus mendukung upaya perbaikan dan normalisasi saluran irigasi. Yang paling penting, setelah dinormalisasi, saluran ini harus dijaga bersama agar tetap berfungsi dengan baik dan mampu mendukung kebutuhan para petani," ujar Hasyim.

Ia juga berharap keterlibatan kelompok tani dan masyarakat dapat terus diperkuat, khususnya dalam melakukan pengawasan dan pemeliharaan saluran setelah proses normalisasi selesai.

Dengan kembali optimalnya fungsi BKG 26, masyarakat berharap distribusi air ke areal persawahan semakin lancar. Kondisi tersebut diharapkan berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian dan turut memperkuat program ketahanan pangan di Kabupaten Bekasi.

(Agung)
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update