Notification

×

Iklan

Iklan

Aktivis, Wartawan dan Advokat Kompak Buka Posko Pengaduan Kecurangan Seleksi P3K di Tebo.

3/28/24 | Kamis, Maret 28, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-03-28T10:35:54Z

News Update Tebo 

Edisi : Kamis, 28 Maret 2024

Aktivis, Wartawan dan Advokat Kompak Buka Posko Pengaduan Kecurangan Seleksi P3K di Tebo.

Tebo (Jambi), dimensitivinews.com.

Sejumlah aktivis, wartawan dan advokat membuka posko pengaduan dugaan kecurangan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (p3K) di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Posko pengaduan ini bertujuan untuk menampung berbagai persoalan terkait kecurangan saat seleksi penerimaan P3K di Kabupaten Tebo.

Koordinator sekaligus inisiator berdirinya Posko Pengaduan p3K Tebo Hafizan Romy Faisal mengatakan, ada beberapa penggiat aktivitas, wartawan dan advokat yang tergabung dalam Posko Pengaduan Kecurangan Seleksi P3K di Tebo.


Adapun tujuan didirikannya posko pengaduan ini, agar masyarakat dapat melaporkan segala bentuk kecurangan yang terjadi selama proses seleksi penerimaan P3K di Kabupaten Tebo. 


Selain itu, didirikannya posko ini bertujuan untuk mewujudkan proses seleksi yang adil dan transparan bagi seluruh calon peserta. 


“Kita berharap dengan adanya Posko Pengaduan ini bisa menjadi sarana bagi para pelapor untuk menyampaikan keluhan dan bukti terkait dugaan kecurangan yang mereka alami,” kata Romy.


Inisiator posko pengaduan P3K Tebo juga menyatakan bahwa langkah ini diambil, sebagai bentuk respons terhadap adanya indikasi kecurangan yang muncul selama proses seleksi P3K pada Tahun 2022 dan 2024. 


Dengan adanya posko pengaduan, diharapkan pihak berwenang dapat melakukan investigasi lebih lanjut, terhadap dugaan kecurangan tersebut dan mengambil langkah-langkah yang tepat sesuai dengan hukum yang berlaku.


Posko pengaduan ini juga diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi para pelapor, sehingga para pelapor merasa aman untuk menyampaikan informasi terkait kecurangan yang mereka temui selama proses seleksi. Dengan demikian, para pelaporan akan merasa aman dan terlindungi.


Untuk itu, Romy mengajak seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk aktif dalam mengawasi dan mengawal proses seleksi P3K di Kabupaten Tebo. 


Dengan kerjasama yang baik antara pihak penggiat keadilan, wartawan, advokat, masyarakat, dan pihak berwenang, diharapkan indikasi kecurangan seleksi penerimaan P3K di Tebo dapat terungkap dan ditindaklanjuti sebagaimana bentuk kecurangan yang terjadi.


Dan kedepannya, kata dia, tidak terjadi lagi hal-hal yang terindikasi adanya kecurangan pada seleksi penerimaan PPPK pada tahun-tahun berikutnya, sehingga para pelamar P3K tidak lagi merasakan dirugikan.


“Kita berharap dengan adanya Posko Pengaduan ini dapat menjadi sarana bagi para peserta seleksi yang merasa dirugikan, akibat adanya kecurangan untuk mendapatkan keadilan yang mereka perjuangkan,” pungkasnya.


Pertanyakan Tindak Lanjutan Kecurangan 28 P3K di Tebo 

Koordinator Posko Pengaduan Kecurangan P3K Tebo, Hafizan Romy Faisal mengatakan, pada seleksi P3K Tahun 2023 kemarin, terdapat 28 orang pelamar yang dinyatakan lulus dan terpaksa harus digugurkan.


Digugurkannya pelamar ini dengan alasan adanya indikasi kecurangan yang dilakukan oleh 28 orang pelamar P3K tersebut.


Romy berkata, 28 orang pelamar P3K Tebo yang digugurkan tersebut terdiri dari tenaga kesehatan dan tenaga teknis. Namun, kata Romy, hingga saat ini belum diketahui apakah pelanggan yang dilakukan oleh pelamar P3K itu melibatkan oknum panitia seleksi administrasi, atau murni  dilakukan si pelamar.


“Kemarin Pemkab Tebo gembar gembor mau melaporkan 28 pelamar P3K itu ke APH. Kita ingin tahu, sudah sejauh mana prosesnya. Apakah ini jadi dilaporkan atau tidak,” kata dia.


Romy menegaskan bahwa Pemkab Tebo harus transparan pada persoalan 28 pelamar P3K tersebut, dan dalam waktu dekat ini pihaknya bakal mempertanyakan itu kepada Pemkab Tebo.


“Kita minta Pemkab Tebo transparan soal 28 P3K yang terindikasi melakukan kecurangan tersebut,” pungkasnya.

Isu Pelamar P3K Lolos Seleksi Dimintai Sejumlah Uang Koordinator Posko Pengaduan Kecurangan P3K Tebo, Hafizan Romy Faisal mengaku telah mendengar isu terkait adanya oknum yang manfaat seleksi P3K Tebo Tahun 2024 untuk kepentingan pribadi.


Adapun isu yang didapat yakni, oknum tersebut meminta sejumlah uang kepada peserta seleksi P3K Tebo dengan alasan bisa meloloskan mereka sebagai tenaga P3K.


Tidak cuma itu, Romy juga mengaku telah mendengar isu terkait ulah oknum yang meminta sejumlah uang kepada pelamar yang lolos P3K agar ditempatkan sesuai tempat yang diinginkan.


“Isu soal oknum ini juga yang bakal menjadi fokus kita. Kita akan melakukan investigasi soal ini,” tegas Romy.

Untuk itu, Romy menghimbau kepada para lulusan P3K Tebo baik tahun 2022 maupun tahun 2024 yang merasa diperas atau dimintai uang, oleh oknum tersebut agar bisa melaporkannya ke Posko Pengaduan Seleksi P3K Tebo.

Romy menjamin apapun bentuk pengaduannya, pihaknya bakal melindungi identitas pengadu. 


“Jadi jangan takut untuk mengadukan semua persoalan terkait penerimaan P3K di Tebo. Kalau ada yang ingin melapor namun enggan ke Posko Pengaduan, tim investigasi kita siap turun langsung untuk menjumpai pengadu susuai tempat yang mereka anggap aman,” pungkasnya.

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update