News Update Pangkep
Edisi : Rabu, 27 Maret 2024
Himpunan Mahasiswa Liukang Tangngaya Himalaya Mendesak Bupati Pangkep Mencopot Jabatan Kadis Kesehatan Pangkep.
Pangkajene dan Kepulauan Pangkep, dimensitivinews.com.
Minimnya pelayanan kesehatan dan keterbatasan tenaga medis,dan perawat, serta tidak adanya dokter ahli (spesialis) dipulau terluar di kabupaten Pangkep, membuat pelayanan kesehatan utamanya masyarakat, yang mengalami sakit keras sering kali mengalami penanganan pasien yg kurang episien dan memadai.
Tuntut kepekaan pemerintah untuk atasi masalah pelayanan kesehatan di pulau. Himbauan mahasiswa liukang tangaya Himalaya menggelar aksi unjuk Rasa di kantor Bupati Pangkep Selasa tanggal 26/3/2024. koordinator lapangan,Tery mengatakan bahwa aksi yang di gelar perhimpunan mahasiswa liukang tangaya Himalaya adalah bentuk keprihatinan, dan menuntut pemerintah setempat agar lebih memperhatikan pulau terluar khususnya di daerah liukang tangaya, agar diprioritaskan diperhatikan dan ditingkatkan pelayanan kesehatan masyarakat sekitarnya, mengingat dalam hal ini minimnya perhatian layanan kesehatan di kepulauan terluar tersebut yang masih dalam wilayah Pangkajene Kepulauan.
Sehingga mengakibatkan korban jiwa lagi, kami sesalkan juga karena tidak ada Bapak bupati yang hadir disini, kami ingin sampaikan agar sekiranya Bapak Bupati mengevaluasi tenaga kesehatan dipulau, dan segera mencopot kadis kesehatan pangkep karena tidak bisa menyelesaikan masalah kesehatan di pulau, ungkapnya
Ada Rumah sakit,tetapi tidak di fungsikan pasien hanya dirawat dipuskesmas, kemudian hendak dirujuk kelombok Nusa tenggara Barat dan meninggal dalam perjalanan, pemerintah harus bertanggung jawab karena kejadian seperti ini kembali terulang, tuturnya.
Sayangnya,pada aksi yang digelar dipelataran kantor bupati Pangkep itu,tak satupun dari pimpinan OPD terkait, atau perwakilan pemerintah yang datang menjawab persoalan yang dituntut solusinya oleh para mahasiswa, yang bergabung dalam perhimpunan organisasi Himalaya tersebut.
Ia pun menyesalkan adanya korban jiwa akibat tidak adanya layanan kesehatan di Rumah sakit Pratama Sailus yang telah menelan anggaran sebesar 42 Milyar rupiah dari APBD tahun 2022.
Liputan : H. Ahmad Sukri



