Notification

×

Iklan

Iklan

Satu Lagi Mayat Ditemukan Nelayan Mengapung di Kawasan Taka Bongkok, Desa Jinato.

3/21/24 | Kamis, Maret 21, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-03-21T07:21:17Z

News Update Kepulauan Selayar

Edisi : Kamis, 21 Maret 2024 

Satu Lagi Mayat Ditemukan Nelayan Mengapung di Kawasan Taka Bongkok, Desa Jinato.

kepulauan Selayar, dimensi tivi news.com.

Satu lagi mayat yang diduga korban kapal naas KM Yuiee Jaya 2 diinformasikan warga mengapung di sekitar  perairan Taka Bongko, Desa Jinato, tepat di sebelah timur Pulau Kayuadi, Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan.

Mayat dilihat dan ditemukan oleh salah seorang warga nelayan pemancing kedo kedo di sekitar perairan Taka Bongkok, Desa Jinato dengan ciri ciri  tidak memakai baju dan hanya mengenakan celana pendek warna hitam.

Mayat tersebut, ditemui dalam kondisi mengapung, di sekitar Taka Bongkok, bertepatan dengan penemuan mayat di Kawasan Taka Subuh, Desa Tarupa, Selasa, (19/3/2024) kemarin. 

Camat Takabonerate, Andi Caco Amras,  yang dikonfirmasi wartawan, Kamis, (21/3/2024) subuh menjelaskan, informasi temuan mayat mengapung di sekitar Taka Bongkok, sudah ditindaklanjuti tim SAR Gabungan dengan melakukan upaya pencarian pada hari, Rabu, (20/3/2024) sore.

Namun, upaya penyisiran tak membuahkan hasil. 

Terpisah, Kepala Pos SAR Selayar, Andi Raswan mengonfirmasi upaya pencarian dan penyisiran akan kembali dilanjutkan KN SAR Kamajaya, Kamis, (21/3/2024) pagi.

Informasi penemuan mayat oleh warga nelayan Jinato, dibenarkan Kepala Desa Jinato, Sulistilawanti.

Memang benar, ada salah satu warga nelayan kami atas nama Abe yang sempat menemukan mayat mengapung tanpa kepala di sekitar Taka Bongkok.

Mayat ditemukan saksi mata dalam keadaan tidak menggunakan baju dan hanya mengenakan celana pendek warna hitam.

Saat ditemukan, mayat dalam kondisi tertelungkup. Namun korban tidak sempat dievakuasi.

Pasalnya, pada saat yang bersamaan saksi mata dalam posisi seorang diri dan tidak memungkinkan untuk saksi mengangkat korban ke atas perahu miliknya.

Pasca kejadian tersebut, saksi sempat datang dan melapor ke kantor desa dengan kondisi gemetar, terang Sulistilawanti, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis, (21/3/2024) siang.

Liputan : Fadly Syarif 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update