Notification

×

Iklan

Iklan

Keturunan Matalle Daeng Pahata Daeng Mamale.

4/15/24 | Senin, April 15, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-04-14T19:53:49Z

News Update Bulukumba

Edisi : Senin, 15 April 2024

Keturunan Matalle Daeng Pahata Daeng Mamale. 

Bulukumba (Sulawesi Selatan), dimensi tivi news.com.

mengenal turunan matal le daeng pahata daeng mamale sejak zaman dahulu lahirlah seseorang Bernama Tinkiri Daeng Masajan. beliau adalah bapak Bungko Daeng Matinra bungko Adalah Orang Tua Matal le Daeng Pahata Daeng Mamale. 

Matal le ini di lahir ka di sebuah kampung pedesaan yang di beri nama Desa Kindang, disana matal le di besarkan oleh bapaknya bungko daeng Matinra. 

Setelah matal le beranjak Dewasa diapun menikah dengan gadis Desa di bontokatute bernama Tina. 

Setelah menikah matal le daeng pahata

Di karuniai anak dua orang Anak, pertama di beri nama Sittima dan Anak kedua di beri nama Jatta. 

setelah anaknya ini dewasa Sittima menikah dengan lelaki asal Bantaeng atas nama Laman Dan di karuniai anak 7 orang anak yakni, Rosi, jappa, jassa, Hatabe, Nika, cahari dan Harfin.

Sedangkan anak laki lakinya Jatta menikah dengan gadis Desa berasal dari Desa Songin Sinjai Selatan atas nama Etta Jenne, beliau pun di karuniai anak 7 orang yakni, Ambon, Harming, Lua, Ramin, Halan, intan, dan Suri,

Begitu anaknya sudah besar Matal le Daeng Pahata ini Hijrah ke Desa Panasa di sampeang kecamatan bulukumpa. di kala itu Disanapun dia menikah dengan anak gadis Bernama Raminang, tidak lama kemudian akhirnyapun dia di karuniai anak 8 orang anak yakni, Bae, Sanibang, Rabinan, Badialan, Tina, Gassing, Mari, bantun.

Matal le ini di beri nama gelaran ada dua karena dua kali menikah, yaitu Matal le daeng pahata daeng mamale. matal le mempunyai anak turunan sepuluh orang setelah anaknya Sudah pada dewasa dan menikah, akhirnya dia pun ikut suaminya dan dia tinggal berjauhan 

Dua orang yang tinggal di pangasa yaitu puang gassing dan ibu Bae, Ibu mari tinggal di sampeang, Ibu Sanibang tinggal di desa salassae, Ibu Badialan tinggal di Bhone tonra, janni tinggal di Bhone sanrego, puang bantun tinggal di Sinjai. 

Setelah puluhan tahun keluarga ini jarang ketemu. para orang tua tau tempat tinggalnya masing masing jadi cucunya daeng matal le berusaha mencari tau satu demi satu, akhirnya di tahun 2024 ini dia bisa saling kenal semua melalui grup akhirnya muncul ciciknya matal le daeng pahata, yang tinggal di Desa bontokatute.

beliau ini mantan kepala Desa bontokatute tiga periode atas nama Etta Masri, dia memberi informasi dan menyusun semua mengenai turunan keluarga besar matal le daeng pahata.

Cucunya matal le daeng pahata dari istri pertamanya ada 14 orang. 14 orang ini masing-masing punya anak 5 sampai 8 orang sedangkan cucu dari istri keduanya banyak juga dari 8 bersaudara cuma satu tidak mempunyai keturunan, yang lain punya anak ada yang punya satu anak, ada yang punya tujuh orang anak, jadi mengenal cucu dan cicit matal le daeng pahata sampai sekarang belum bisa di hitung. 

Cucu dari istri pertama matal le anaknya Sittima, Pertama Rosi. rosi ini menikah dengan Muhiddin di karuniai anak 11 orang, yang hidup 8 orang ini cicitnya matal le. 

  1.    Challho daeng ngai. 

   2    jawirah. 

   3.   hamriah. 

4.    Kamriah. 

5.    Hajja Nursiah. 

6.    Kamaruddin. 

7.    Najamuddin. 

8.    Kaharuddin. 

Kedua jassa, Dia mempunyai anak satu

1 . Daeng Nuru

Ketiga  jappa,  dia juga mempunyai anak satu Namanya Sakka. 

Ke empat Hatabe  bungari turunannya 8 orang

1. Bitthe. 

2. Lampe. 

3. Nureda. 

4. Tina. 

5. Mana. 

6. Muhamnad asri. 

7. Hasbi. 

8. Firman. 

Ke lima Nika pan rumah turunannya ada 5.

1.  Duddin/ almarhum. 

2. Jupri / Dattulu. 

3. Hasnah. 

4 . Aisyah. 

5. Ari. 

 6. Nia. 

7.  henra.

Ke Enam hafin Istri Raja turunannya 7 orang

1. Alimuddin. 

2. Rahman. 

3. Usuf. 

4. Kamiruddin. 

5. Umar. 

6. Suhardi. 

7. itthe. 

Ke tuju cahari dia Tidak mempunyai turunan. 

Turunan cucu matal le daeng pahata dari istri ke dua. 

Pertama atas nama Bae mempunyai keturunan

  1 . Bollo. 

Kedua saniba turunannya satu orang 

1 .Sitti.

Ketiga Badialan turunannya. 

1. Bunganon. 

2. Becce. 

3.  Sima. 

Ke  empat Rabinan turunannya  lima orang. 

1. ummaren. 

2. musa. 

3. Ibrahim. 

4. mule. 

5. tini. 

Ke lima janni turunannya 

 1. Ibu sari. 

Ke enam mari turunannya

1. Uddin. 

2. Idris Farma. 

3.  Ani. 

4.  Kasmi. 

5.  Main. 

6.  Salmah. 

7. asri. 

Ke tujuh gassing turunannya

1. rampe 

2. nai'

3. buati

4. ecche. 

5. nanna. 

6. darma. 

7. bantun. 

25 cucu matal le daeng pahata daeng mamale di istri keduanya anak dari ibu Total cucu matal le daeng pahata dari istri pertama dan kedua sebanyak 39 orang cucunya belum termasuk cicitnya.

matal le daeng pahata tinggal bersama anak laki-lakinya bernama gassing daeng sibali, daeng makkul le di panasa kecamatan bulukumpa sampai dia menghembuskan nafas terakhirnya, disana diapun di kebumikan di Desa panasa. 

Dan setiap selesai lebaran idul Fitri maupun idul adha cucunya pada berdatangan menziarai kuburnya di panasa. 

Dengan adanya silsilah keturunannya matal le daeng pahata kita sebagai keluarga besar, marikita saling menghargai mempererat hubungan silaturahmi satu sama lain, Dengan terbentuknya group W A Kami harap supaya saling kenal mengenal dengan yang lain, karena harta yang berharga adalah keluarga. 

Liputan : Kaharuddin

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update