Notification

×

Iklan

Iklan

Sepi Pekan Raya Lampung Terancam Tutup Sebelum Waktunya, Terburuk Sepanjang LF Digelar.

5/28/24 | Selasa, Mei 28, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-05-28T04:52:56Z

News Update Lampung 

Edisi : Selasa, 28 Mei 2024 

Sepi Pekan Raya Lampung Terancam Tutup Sebelum Waktunya, Terburuk Sepanjang LF Digelar.


Bandar Lampung (Lampung), dimensitivinews.com.

Gelaran Pekan Raya Lampung 2024 jauh api dari panggang, demikian ungkapan yang pantas di sematkan atas kondisi hari demi hari yang makin memprihatinkan dengan sepinya pengunjung. entah apa yang terjadi dengan Pekan Raya kali ini, salah EO yang ngga becus dalam pengelolaan atau daya beli masyarakat Lampung yang tidak sedang baik.

Terlihat Beberapa pedagang sudah ambil ancang ancang akan tutup dagangan, karena hampir seminggu buka stand tidak ada pemasukan yang masuk akal dan bisa menutup biaya operasional.

Pemilik wahana permainan pun mengeluhkan sepinya pengunjung, dan sudah bersiap bongkar wahana karena tidak mampu menutup biaya operasionalnya, EO tidak seperti janjinya, yang katanya mampu membuat spektakuler PRL tahun ini, kami bayar mahal sekali untuk sewa lokasi ini tapi hasilnya begini, ujarnya.

Belum lagi tanggungan sewa stand yang sangat tinggi, kami menyerah kata yanto salah satu pedagang di PRL ini ke Media.

Pengamatan awak media, event pemda tahun ini adalah yang paling parah, EO terlalu sombong dari awal hingga menjual tiket yang mahal ditambah ketidak mampuan membuat susunan kegiatan, maupun layout yang represesntatif sehingga mampu menghidupkan suasana pameran.

Menurut EO senior yang biasa kelola LF, EO harusnya memperhatikan banyak faktor suksesnya kegiatan mulai dari pengelolaan parkir, pengturan layout, konten acara, termasuk hiburan artis.

Menurut susi, salah satu pedagang di stand kuliner, jangankan untung mas, banyak dagangan yang berakhir busuk dan dibuang percuma karena tidak laku, lokasi kami jauh dari jangkawan. pengunjung yang tidak ada, setiap hari nangis kami mas, demikian disampaikan ke awak media yang coba mencari tau keadaan PRL 2024.

Tidak bisa hanya mengandalkan promosi tanpa isi yang mensuport rangkaian kegiatan.

Dari awal PT Grand modern sangat membanggakan deretan artis ibu kota yang akan di tampilkan di PRL ini, faktanya NOL besar, penonton sangat sepi dan ini merugikan pedagang yang bayar stand mahal.

Menyikapi hal ini diharapkan Gubernur bisa ambil posisi memberi solusi, karena nampaknya Sukaryadi selaku EO sudah tidak bisa berbuat apa apa selain bergaya saja.

Liputan : Herman


TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update