News Update Tebo
Edisi : Rabu, 15 Mei 2024
Waduh, Salah Satu Nara Sumber Angkat Bicara Terkait Proyek Pokir DPRD Tebo.
Proyek fisik dari pokok pikiran (Pokir) tiga orang pimpinan DPRD Tebo saat ini tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, jumlah Pokir tersebut diduga sangat fantastis yakni 50 miliar rupiah lebih untuk tiga pimpinan dewan tersebut.
Selain jumlahnya yang sangat fantastis, proyek Pokir tersebut diduga diperjual belikan. Dalam artian, rekanan atau kontraktor yang menginginkan proyek tersebut meski menyetor sejumlah uang.
"Informasi yang diterima Dimensitivinews.com ada tiga nama rekanan yang saat ini senter telah menyetor sejumlah uang, untuk mendapatkan pekerjaan fisik dari Pokir pimpinan dewan tersebut.
Tiga orang kontraktor tersebut yakni berinisial M, R dan L. Jumlah yang disetor pun ternyata juga fantastis, yakni ratusan juta rupiah. Bahkan ada juga yang diatas satu miliar.
“Silahkan konfirmasi langsung sama yang bersangkutan bang. Cuma saya tidak tahu mereka ngaku atau tidak. Yang jelas segitu besaran uang yang telah mereka berikan kepada pimpinan dewan Tebo,” kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya, Rabu, 15 Mei 2024.
Diberikan sebelumnya, praktek jual beli proyek.
diduga marak terjadi di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Modusnya adalah proyek pokok pikiran (Pokir) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Tidak tanggung-tanggung, ternyata nilai proyek yang diduga diperjual belikan dengan modus Pokir DPRD Tebo ini, jumlahnya sangat fantastis. Untuk tiga pimpinan dewan saja disinyalir lebih dari 50 miliar rupiah.
“Ini sangat fantastis, Pokir untuk pimpinan dewan saja 50 miliar rupiah lebih,” kata Ketua Pekat I B, Hafizan Romy Faisal, belum lama ini.
Romy pun menduga jika sebagian proyek Pokir yang telah dijual belikan tersebut, saat ini tengah dalam proses tender di LPSE Tebo.
Atas dugaan ini, Romy mengaku telah melakukan pulbaket dan dalam waktu dekat bakal menggelar aksi demo di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo.
“Maaf bapak-bapak jaksa, kita bakal gelar aksi demo lagi, sekaligus menyerahkan data Pokir Dewan. Kita minta ini untuk diusut sampai tuntas,” katanya.
Liputan : Edi Enjoy


