Notification

×

Iklan

Iklan

Tinggal Sebatangkara Di Rumah Tak Layak Huni, Daeng Samad Butuh Perhatian Pemerintah.

6/22/24 | Sabtu, Juni 22, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-06-22T14:19:23Z

News Update Jeneponto

Edisi : Sabtu, 22 Juni 2024 

Tinggal Sebatangkara Di Rumah Tak Layak Huni, Daeng Samad  Butuh Perhatian Pemerintah. 


Jeneponto (Sulawesi selatan), dimensitivinews.com. 

Daeng Samad adalah sosok warga Lingkungan Bungkeke Kelurahan Bontoa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto SulSel, kini keadaan hidupnya sangat memprihatinkan, karena Beliau sudah berumur 70an tahun dan hidup sebatang kara di rumahnya yang sudah tak layak huni. 

Sebenarnya Daeng Samad itu mempunyai 6 orang anak dan sudah berumahtangga semua namun enggan ikut tinggal bersama anaknya, melainkan lebih memilih untuk tinggal sendirian di rumahnya walaupun kini sudah nampak tak layak huni.

Konon keadaan hidup kesehari hariannya dia masak sendiri dengan menggunakan Dispenser, namun lauknya setiap dua hari dibawakan sama anak bungsunya dan biasa menerima sedoran tangan belas kasi dari tetangganya.

Termasuk Maliang adalah salah satu tetangganya, kepada Media ini mengakibatkan, dia juga sering memberikan makanan dan lauk pauk, jika anaknya tidak datang membawakan makanan atau lauk.

Termasuk saya juga sering datang membawakan makanan dan lauk pauk apalagi kalau anaknya tidak datang membawakan makanan atau lauk pauk, Ucap Maliang kepada rekan Media ini saat ditemui di rumah Daeng Samad. Jum'at, 20 Juni 2024.

Daeng Samad juga membenarkan kalau anak bungsunya selalu datang membawakan lauk pauk setiap dua hari.

Saya sering dibawakan lauk sama anak bungsu dua hari sekali kalau nasi saya masak sendiri sembari menunjukkan dispenser yang ada disampingnya, dan juga saya sering dibawakan makanan oleh Maliang dengan tetangga sekitar rumah, Katanya yang sangat menyedihkan.

Selain Daeng Samad sudah berusia lanjut dan berpenglihatan sudah tidak normal lagi, juga rumah panggung miliknya ditinggalinya itu, sudah sangat dikawatirkan akan terjadi musibah kerobohan.

Sekaitan dengan itu, diminta adanya perhatian pemerintah, agar kiranya dapat diberi bantuan, baik berupa sembako, bantuan dana lanjut usia, maupun sekalian bantuan bedah rumah, supaya di usia tuanya itu masih bisa menikmati hidup dalam suasana tenang dan nyaman.

Liputan : Basri Tola

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update