Notification

×

Iklan

Iklan

Jumarni, Berangkat Sekolah Sehat Bugar, Pulang Sudah Jadi Mayat.

9/13/24 | Jumat, September 13, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-09-13T03:22:26Z

News Update Takalar 

Edisi : Jumat, 13 September 2024 

Jumarni, Berangkat Sekolah Sehat Bugar, Pulang Sudah Jadi Mayat.



Takalar (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com.

Diduga Guru Olahraga mengancam nilai kepada siswa siswa bila tidak mengikuti praktek kegiatan, ancaman ini disebutkan tidak akan diberikan nilai kepada Siswa atau siswi yang tidak ikut renang.

Naas bagi Jumarni, pada hari Selasa 10 September 2024, yang tidak tahu berenang, langsung tenggelam, dan tidak ada pertolongan dari guru olahraga tersebut, dan jumarni langsung tenggelam dan meninggal dalam kolam.

Sangat disesalkan karena guru olahraga tersebut tidak mengikuti mengawasi siswa siswi nya, seandainya anak ini di awasi tentunya pertolongan cepat dilakukan sehingga anak tersebut tidak kehilangan nyawanya.

Daeng Rate Paman dari Jumarni sangat menyesalkan peristiwa kepergian kemenakannya untuk selamanya, menurutnya, kejadian ini ada kelalaian dari guru olahraganya, dan mereka perlu bertanggung jawab secara hukum, Karena ini adalah nyawa manusia.

Kematian Jumarni meninggalkan trauma mendalam, anak satu-satunya yang di ketahui sangat patuh dan taat membantu kedua orang tuanya, pergi untuk selamanya hanya karena di ancam tidak akan diberi nilai pada ujian mata pelajaran olah raga renang. 

Kedua orang tuanya yakni Sikina daeng Jipa (ibu) dan daeng Muang (bapak) masih di rundung duka mendalam, daeng Jipa seperti tidak percaya anak kesayangannya sudah pergi untuk selama-lamanya.

Daeng Rate  Paman Jumarni yang dikonfirmasi wartawan Dimensi tv mengakui belum memberikan laporan langsung kepada pihak yang berwajib, karena masih suasana berduka dan kami akan berkoordinasi dulu semua bersaudara, tentang kelanjutan kematian Jumarni pada proses hukumnya.

Sementara guru olahraga yang dianggap lalai pengawasan pada anak Siswinya yang mengakibatkan kematian belum ada konfirmasi. Semoga kejadian yang sama tidak terjadi lagi pada sekolah yang sama dan sekolah lainnya di Indonesia.

Liputan : Natsir Tarang

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update