Notification

×

Iklan

Iklan

Dinkes Bulukumba Gelar Simulasi Table Top Exercise untuk Tingkatkan Kolaborasi Penanganan Krisis Kesehatan

11/02/24 | Sabtu, November 02, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-11-02T05:57:16Z

News Update Bulukumba 

Edisi : Sabtu, 02 November 2024 

Dinkes Bulukumba Gelar Simulasi Table Top Exercise untuk Tingkatkan Kolaborasi Penanganan Krisis Kesehatan



Bulukumba (Sulawesi Selatan), dimensitvnews.com.

Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi krisis kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba mengadakan simulasi Table Top Exercise di Aula Gedung Pinisi lantai 4. Selasa-Rabu 29-30 Oktober 2024

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor, sehingga semua pemangku kepentingan memahami peran dan tanggung jawab mereka dalam situasi darurat. 

Simulasi ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Bulukumba, Haji Saharuddin Saing, yang menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi dalam menghadapi krisis kesehatan di wilayah Bulukumba.

Dalam sambutannya, Haji Saharuddin Saing menyatakan, bahwa menghadapi krisis kesehatan memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan tidak hanya sektor kesehatan, tetapi juga instansi keamanan, penanggulangan bencana, dan dukungan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi sebagai fondasi kesiapsiagaan, dan keberhasilan tergantung pada kemampuan untuk bekerja sama, berbagi informasi, dan merespons secara terpadu.

Kegiatan ini menghadirkan pembicara berpengalaman dari tingkat provinsi, termasuk Doktor Haji Muhammadong SKM M Kes, Pembina dan Penanggung Jawab Krisis Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. 

Doktor Muhammadong memberikan wawasan tentang pentingnya deteksi dini dan respons cepat, serta menekankan bahwa komunikasi dan koordinasi yang efektif adalah kunci keberhasilan penanganan krisis.

Penelaah Teknis Kebijakan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Fajar Qadri, juga menyampaikan pentingnya pemahaman kebijakan teknis dan standar prosedur dalam penanganan krisis. 

Fajar menegaskan bahwa efektivitas kebijakan sangat bergantung pada pelatihan dan kesiapsiagaan yang rutin.

Peserta kegiatan ini mencakup berbagai elemen penting dalam penanganan krisis kesehatan, antara lain: Polres Bulukumba, Kodim 14 11 Bulukumba, BPBD Bulukumba, RSUD Haji Andi Sultan Daeng Radja, Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba: 10 orang peserta dari berbagai program, termasuk Kesehatan Ibu dan Anak, Gizi, Promosi Kesehatan, Kesehatan Jiwa, Kesehatan Lingkungan, dan Tim Emergency Medical Team, Puskesmas se-Kabupaten Bulukumba, Direktur RSUD Pratama Type D Tanete, dan Penanggung Jawab Public Safety Center (PSC).

Dalam simulasi, peserta menjalankan peran sesuai dengan skenario, termasuk proses evakuasi, penanganan medis darurat, dan pengelolaan komunikasi serta logistik. Kolaborasi antar sektor diuji dalam berbagai situasi darurat, mendorong interaksi lintas instansi dan memperkuat pemahaman peran masing-masing.

Simulasi ini juga menjadi sarana evaluasi untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan sistem respons tanggap darurat di Bulukumba. Hasil dari latihan diharapkan dapat memperkuat koordinasi antar sektor dan memaksimalkan peran semua pihak dalam penanganan krisis kesehatan.

Menutup kegiatan, Haji Saharuddin Saing mengharapkan bahwa latihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat rasa saling percaya dan kerja sama. 

"Dalam setiap krisis, kekuatan utama kita adalah kolaborasi," ungkapnya.

Dengan simulasi Table Top Exercise ini, Dinas Kesehatan Bulukumba menunjukkan komitmennya untuk menjaga keselamatan masyarakat melalui koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi lintas sektor yang solid, sehingga kesiapsiagaan kesehatan di Bulukumba semakin andal menghadapi tantangan kesehatan yang terus berkembang.

Liputan : Kaharuddin 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update