News Update Barru (Sulawesi Selatan)
Edisi : Minggu, 15 Desember 2024
TRC BPBD Kabupaten Barru Bersama Masyarakat Bersihkan Runtuhan Plate Duiker Ruas Kaerengge-Watu dan Bangun Jembatan Darurat.
Barru (Sulawesi Selatan), dimensitvnews.com.
Menindaklanjuti Laporan Kejadian
Bencana di Desa Anabanua tanggal 12 Desember 2023 yang disampaikan oleh Kepala Desa Anabanua terkait runtuhnya Plate Duiker di Ruas Jalan Kaerengge-Watu RT 4 Dusun Banga-Bangae, Pemerintah Kabupaten Barru melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), telah melakukan upaya penanganan darurat pada hari Sabtu, tanggal 14 Desember 2024, Pada pukul 10.00 WITA.
satu unit excavator telah dimobilisasi dari Kota Barru menuju lokasi kejadian. Sesampainya di lokasi, alat berat
tersebut langsung digunakan untuk mengangkat material runtuhan, yang
terdiri dari plat beton dan pasangan batu gunung yang menutupi saluran
air Plate Duiker.
Pembersihan material runtuhan ini bertujuan untuk memulihkan fungsi drainase dan mencegah terjadinya genangan air yang dapat memperparah kerusakan jalan, serta mengancam lahan pertanian masyarakat sekitar.
Penggunaan excavator dalam proses pembersihan material runtuhan merupakan langkah yang tepat untuk mempercepat proses kerja dan meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
Setelah proses pembersihan selesai, tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Barru bersama masyarakat setempat bergotong royong membangun jembatan darurat, di atas saluran Plate Duiker yang telah dibersihkan.
Dalam kegiatan ini, tim TRC dilengkapi dengan peralatan chainsaw untuk memotong batang pohon kelapa yang akan digunakan sebagai bahan utama jembatan darurat. Selain itu, kendaraan operasional rescue BPBD juga turut mendukung kegiatan ini dengan menyediakan sarana transportasi dan peralatan lainnya yang dibutuhkan.
Dukungan penggunaan chainsaw dalam memotong batang pohon kelapa juga sangat efektif untuk mendapatkan potongan kayu yang sesuai dengan kebutuhan konstruksi jembatan darurat. Selain itu, dukungan kendaraan operasional Rescue BPBD memberikan fleksibilitas dalam melakukan mobilisasi peralatan dan personel di lokasi kejadian.
Proses pembangunan jembatan darurat ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari petugas BPBD, masyarakat setempat, hingga perangkat desa. Batang-batang pohon kelapa yang telah dipotong kemudian dirangkai menjadi struktur jembatan yang sederhana namun kokoh. Pilihan penggunaan bahan lokal ini selain mempercepat proses pembangunan juga menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, dan upaya untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada.
Kegiatan pembangunan jembatan darurat ini disaksikan langsung oleh beberapa pihak terkait, di antaranya anggota DPRD Fraksi PDI-P Kabupaten Barru (Haji Rifai Muin), Kepala Desa Anabanua, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Barru. Kehadiran mereka menunjukkan kepedulian pemerintah dan masyarakat terhadap kondisi infrastruktur jalan yang rusak serta pentingnya aksesibilitas jalan bagi
masyarakat, khususnya bagi para petani yang sedang memasuki musim
tanam padi.
Pembangunan jembatan darurat ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi jalan secara minimal, sehingga masyarakat tetap dapat menggunakan jalan tersebut untuk beraktivitas sehari-hari. Meskipun jembatan darurat ini memiliki kapasitas yang terbatas dan hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan roda empat dengan beban ringan, namun keberadaan jembatan ini sangat berarti bagi masyarakat,
terutama bagi para petani yang membutuhkan akses jalan untuk mengangkut peralatan pertanian mereka.
Runtuhnya Plate Duiker di Ruas Jalan Kaerengge-Watu merupakan peristiwa yang sangat memprihatinkan, mengingat jalan tersebut merupakan akses utama bagi masyarakat untuk melakukan
aktivitas sehari-hari, terutama bagi para petani yang sedang memasuki
musim tanam padi. Selain itu, peringatan dini potensi hujan ekstrem dari BMKG semakin menguatkan urgensi penanganan segera terhadap kerusakan infrastruktur tersebut.
Jika tidak segera ditangani, runtuhan Plate Duiker dapat
berdampak negatif yang lebih luas, antara lain:
Petani kesulitan mengakses lahan pertanian mereka, sehingga dapat menghambat proses produksi pangan dan mengancam ketahanan pangan masyarakat.
Hujan deras yang diprediksi akan terjadi dapat memperparah kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan lainnya, serta berpotensi menimbulkan bencana alam seperti banjir dan longsor.
Runtuhnya infrastruktur jalan dapat mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, seperti perdagangan dan transportasi.
Tujuan utama dari kegiatan penanganan darurat ini adalah untuk Mengembalikan fungsi jalan secara minimal agar masyarakat tetap dapat menggunakannya untuk beraktivitas sehari-hari.
Mencegah terjadinya kerusakan yang lebih parah pada infrastruktur jalan akibat pengaruh cuaca ekstrem, dan kerusakan lahan pertanian disekitar lokasi runtuhan plate dueker Ruas Kaerengge-Watu, tepatnya RT 4 Dusun BangaBangae, dan Memastikan para petani dapat mengakses lahan pertanian mereka untuk mendukung ketahanan pangan.
Berkat kerjasama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait, kegiatan penanganan darurat runtuhan Plate Duiker telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Beberapa hasil yang telah dicapai antara lain, Saluran air Plate Duiker telah berhasil dibersihkan sehingga dapat berfungsi dengan baik, Masyarakat telah memiliki akses jalan alternatif meskipun dengan kapasitas yang terbatas berupa jembatan darurat yang dapat digunakan untuk sementara waktu.
Namun demikian, perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut terhadap kondisi jembatan darurat secara berkala untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan
Kejadian ini telah meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
Kegiatan penanganan darurat runtuhan Plate Duiker Ruas Kaerengge-Watu telah menunjukkan kesigapan dan kepedulian berbagai pihak dalam mengatasi bencana. Meskipun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, namun upaya yang telah dilakukan ini patut diapresiasi. Keberhasilan dalam penanganan darurat ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk melakukan perbaikan yang lebih berkelanjutan di masa mendatang.
Liputan : Syahruddin Cokkas








