Notification

×

Iklan

Iklan

Koalisi Kesehatan BMKI Indonesia Tegaskan Pentingnya Tanggung Jawab Terhadap Hak-Hak Kesehatan Yang Telah Lama Mengabdi di Kabupaten Gowa.

1/20/25 | Senin, Januari 20, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-01-20T10:38:08Z

News Update Gowa

Edisi : Senin, 20 Januari 2025

Koalisi Kesehatan BMKI Indonesia Tegaskan Pentingnya Tanggung Jawab Terhadap Hak-Hak Kesehatan Yang Telah Lama Mengabdi di Kabupaten Gowa.



Gowa (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com.

Dalam mewujudkan peranan pelayanan tentang kesehatan  dalam upaya mempertahankan hak-hak tenaga kesehatan, utamanya di kabupaten Gowa.  pernyataan sikap Koalisi BMKI Dan Farkes perlu di pertanggunjawabkan oleh semua pihak, tentang status dan kesejahteraan bagi tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

menurut ketua BMKI  Selaku Jenderal Lapangan Irham Tompo Kepada awak media media dimensi tivi news.com  dalam komentarnya bahwa, tenaga kesehatan memiliki hak dan kewajiban untuk mendapatkan perlakuan yang adil tidak diskriminatif, serta pengakuan atas pengabdian mereka sebagai langkah konkret di perlukan mulai dari penegakan hukum pemulihan terhadap hak-hak non ASN, serta perbaikan sistem administratif yang mendukung kesejahteraan dan status.

Kegiatan pokok atau kinerja tenaga kesehatan yang pada khususnya di kabupaten Gowa ada beberapa tuntutan BMKI dan Farkes KSPI  dalam memperjuangkan hak-hak tenaga kesehatan.

menurut  jenderal lapangan Irham Tompo menambahkan meminta agar aparat penegak hukum APH untuk segera memeriksa kepala Dinas kesehatan dan kasubag umum, selaku PPTK yang diduga telah melakukan penyalahgunaan wewenang atas terjadinya pemotongan upah karyawan outsourcing  dalam lingkup dinas kesehatan kabupaten Gowa. 

BMKI dan serikat pekerja Farkes KSPI mendesak Bupati untuk mencopot kepala dinas dan kepala bagian umum dinas kesehatan yang di duga melakukan diksriminasi terhadap tenaga non ASN Nakes, sehingga mereka tidak terdata  dalam pankalan BKN pada 2022  BMKI Farkes  KSPI  mendesak agar  bapak bupati segera mencopot keduanya, diantaranya kepala dinas kesehatan dan kepala bagian umum harus di tindak tegas, ungkapnya.

Untuk poin ke tiga diminta agar ketua DPRD kabupaten Gowa untuk memfasilitasi tenaga kesehatan dalam menggelar RDP di DPR R I pusat bersama kemempan RB, kementrian kesehatan dalam memberikan kepastian kepada tenaga kerja yang sudah lama mengabdi. 

selain dari itu juga kepala dinas agar segera  menindak tegas untuk mencopot kepala puskesmas yang melakukan pemecatan bagi tenaga kesehatan di setiap puskesmas di kabupaten Gowa,   dan mengenai  biaya kesejahteraan bagi tenaga kesehatan kepada pak bupati  untuk  segera di berikan sesuai dengan hak penerima.

koalisi  BMKI meminta agar BKPSDM dan dinas kesehatan kabupaten Gowa bertanggung jawab terhadap banyaknya tenaga kesehatan yang tidak terdata di pangkalan BKN, yang sudah puluhan tahun mengabdi  dan terakhir mendesak ketua DPRD kabupaten Gowa untuk segera mengeluarkan  rekomendasi pemecatan kepala dinas kesehatan kabupaten Gowa, karena dianggap lalai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, karena itu dianggap gagal menjalankan tugasnya dengan baik, kuncinya.

Liputan : Ramli Sahar 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update