Notification

×

Iklan

Iklan

Ratusan Peserta Seleksi DPRD Kursi Pengangkatan 2024-2029 Seruduk Kantor Gubernur Papua.

1/16/25 | Kamis, Januari 16, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-01-15T18:20:02Z
News Update Kota Jayapura 
Edisi : Kamis, 16 Januari 2025

Ratusan Peserta Seleksi DPRD Kursi Pengangkatan 2024-2029 Seruduk Kantor Gubernur Papua.



Kota Jayapura (Papua), dimensitivinews.com.

Robert Senggi Peserta seleksi anggota DPRD Papua melalui mekanisme pengangkatan periode 2024-2029 yang tidak lolos, mengungkapkan adanya dugaan pelanggaran dan kecurangan dalam proses seleksi .

Menurutnya kami menemukan berbagai kejanggalan dan kecurangan yang berpotensi menimbulkan masalah hukum di 8 kabupaten dan satu kota, ungkap Robert senggi  mewakili kelompok mamta di Jayapura, pada Rabu 15 Januari 2025.

Menurut Robert perjuangan ini dilakukan guna mempertahankan hak-hak politik yang terabaikan dalam proses seleksi.

Bahkan Robert juga mengungkapkan beberapa temuan pelanggaran yang ditemukan yang berpotensi dapat diproses hukum. Kami merasa perlu memperjuangkan hak-hak politik yang diabaikan dan dikotori dalam proses ini, tegasnya.

Sementara itu, Daniel Toto, peserta seleksi anggota DPR Papua mekanisme pengangkatan periode 2024-2029 juga mengungkapkan sejumlah kejanggalan dalam proses seleksi yang dilakukan panitia seleksi. Meskipun demikian kata dia, pansel mengklaim telah bekerja secara profesional.

Panitia seleksi tidak konsisten dalam melaksanakan tahapan dan jadwal seleksi. Ini dibuktikan dengan jadwal yang terus mengalami perubahan, ungkap Daniel Toto yang juga mewakili kelompok tadi sehari-hari peduli kursi pengangkatan DPR Papua.

Dalam temuannya,  Daniel Toto memaparkan beberapa hal pelanggaran lebih mengejutkan lagi, ungkap dia beberapa peserta yang tidak memiliki rekomendasi untuk mengikuti proses musyawarah adat, yang merupakan syarat mutlak justru lolos administrasi hingga tahap pengumuman.

Pansel juga mengumumkan hasil tanpa disertai rangking beserta dalam surat keputusannya, tambahnya. Hal ini sangat diskriminatif dalam penilaian dan berpotensi menimbulkan kecurangan,  tegasnya.

Proses yang jujur dan bersih akan melahirkan hasil yang berintegritas. Sebaliknya, proses yang tidak jujur dan bersih menunjukkan rendahnya kualitas dan integritas, pungkas Daniel Toto.

Tidak ada peringkat yang dikeluarkan dalam proses seleksi ini,  padahal seharusnya menurut petunjuk pansel, ada mekanisme perangkingan yang terbuka untuk publik. Kami sebagai peserta bahkan tidak tahu berada di peringkat berapa, ungkapnya.

Daniel Toto menegaskan bahwa proses seleksi kali ini sangat jauh dari prosedur yang seharusnya. Ada peserta yang ditolak dengan alasan anak peranakan atau memiliki garis matrilineal. Tunjukkan pasal mana yang menyatakan bahwa orang dengan garis matrilineal tidak boleh ikut seleksi, ungkapnya.

Kami hari ini datang dengan sejumlah tuntutan di antaranya: 

1. Meminta Mendagri meninjau kembali mengevaluasi, dan membatalkan hasil keputusan pansel.

2. Mendesak PJ gubernur Papua memfasilitasi pertemuan antara pansel dengan para peserta.

3. Meminta penundaan pelantikan hingga penyelesaian perkara.

4. Menuntut MRP dan BPR mengawasi pelanggaran dan membatalkan SK pengumuman hasil seleksi.

5. Meminta aparat penegak hukum menyelidiki dugaan suap dan keterangan palsu, ungkap Daniel Toto.

Liputan : Eduardus Lede Umbu Pati, SH
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update