Maraknya Tambang Ilegal di Takalar Di Duga Karena ada, "Wasit Jadi Pemain"
Lokasi Di Kecamatan Polongbangkeng Selatan.
Takalar (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com.
Sebagai seorang Jurnalis, kami tidak pernah menghalangi pendapatan seseorang, kalau usaha itu sah- sah saja tidak menggangu orang lain.
Kami menjalankan kontrol Sosial berdasarkan aduan masyarakat yang merasa dirugikan dengan polusi Debu dan polusi Bising dari suara mesin alat berat ( Excavator).
Diketahui ada beberapa titik lokasi tambang di Kecamatan Polongbangkeng selatan yang beroperasi dengan tidak mengantongi izin resmi dari dinas terkait, maupun dari pemerintah setempat.
Dipastikan usaha tambang ini hanya mengejar keuntungan semata, karena tidak ada bukti Retribusi dari Pemerintah daerah untuk pemasukan PAD.
Masyarakat sekitar lokasi hanya mendapatkan imbas dari polusi kegiatan tersebut.
Aktivitas kegiatan tambang di Kelurahan Bulukunyi dan kelurahan Bontokadatto yaitu mengambil material batu gunung dan Tanah timbunan dengan Volume puluhan sampai ratusan mobil setiap harinya.
Imbas yang paling dirasakan masyarakat adalah, karena mobil pengangkut timbunan tidak ada yang menutupi terpal material yang dimuatnya, debu tanah beterbangan sepanjang jalur yang dilewati.
Bahkan angkutan material batu gunung sudah ada korban pengendara sepeda motor yang terjauh karena adanya sebongkah batu dijalan jatuh dari mobil angkutan tersebut.
Informasi terkini dari kegiatan tambang yang diduga ilegal, kepala kelurahan Bukukunyi sudah berulangkali mendatangi pelaku kegiatan dilokasi agar mengurus izin usaha penambangan, serta memperbaiki sistem angkutan material yang tidak menimbulkan polusi pada warga sekitar.
Dugaan adanya " Wasit jadi pemain" dihimbau agar Kapolda dan Pangdam membentuk tim untuk meninjau lokasi agar keresahan warga dan ekosistem lingkungan tidak tercemar.
Pemerintah kabupaten Takalar juga dihimbau melakukan pengawasan yang ketat,tambang yang diduga Ilegal agar di legalkan sesuai ketentuan peraturan dan perundang undangan yang berlaku.
(Natsir Tarang)






