PAUD KB Iqra Alam Mareppang Semarakkan HUT ke-80 RI di Kecamatan Mallusetasi
Barru (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com.
Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, PAUD KB Iqra Alam Mareppang yang berlokasi di Dusun Mareppang, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, turut ambil bagian dalam berbagai kegiatan lomba yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Mallusetasi, Sabtu (16/8/2025).
Rangkaian acara yang bertajuk hiburan rakyat tersebut diikuti oleh berbagai satuan pendidikan mulai dari tingkat PAUD hingga SLTP se-Kecamatan Mallusetasi. Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengekspresikan diri, menunjukkan kreativitas, sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme sejak usia dini.
PAUD KB Iqra Alam ikut ambil bagian dalam dua kegiatan utama, yaitu lomba menyanyi sambil menari dan karnaval kemerdekaan. Sebanyak 17 anak didik tampil dalam pertunjukan yang dikemas penuh keceriaan dan warna-warni khas anak-anak. Penampilan mereka dibimbing oleh tiga guru pendamping, yaitu Selvia, S.E. selaku kepala sekolah, bersama dengan Jumriah, S.Pd dan Munira, S.Pd.
Penampilan mereka berhasil mencuri perhatian para penonton yang memadati lokasi acara. Dengan kostum merah putih yang meriah, anak-anak menyanyikan lagu-lagu bertema nasionalisme sambil menari penuh semangat. Sorak sorai dan tepuk tangan dari para guru, orang tua, dan warga sekitar menjadi penyemangat tersendiri bagi para peserta kecil ini.
Kepala PAUD KB Iqra Alam, Selvia, S.E., mengungkapkan bahwa keikutsertaan dalam lomba ini merupakan bagian dari pembelajaran karakter yang penting bagi anak-anak.
“Kami ingin memberikan pengalaman yang menyenangkan namun bermakna bagi anak-anak. Lewat kegiatan ini, mereka belajar tampil percaya diri, mengenal nilai kebangsaan, serta belajar bekerja sama dalam tim,” ujarnya.
Menurut Selvia, momen kemerdekaan adalah waktu yang tepat untuk mengenalkan sejarah perjuangan bangsa kepada generasi muda, termasuk kepada anak usia dini. Ia berharap, semangat kemerdekaan yang ditanamkan sejak kecil dapat tumbuh menjadi rasa cinta tanah air yang kuat di masa depan.
Tak hanya pihak sekolah, orang tua murid juga berperan aktif dalam mendukung kegiatan ini. Mereka membantu proses latihan, menyiapkan kostum, hingga turut hadir memberikan dukungan moral secara langsung di lokasi lomba.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan luar biasa dari orang tua. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga,” tambah Selvia.
Lebih dari sekadar ajang lomba, kegiatan ini juga menjadi sarana pengembangan potensi dan bakat anak, serta memperkuat ikatan sosial antara anak-anak dari berbagai lembaga pendidikan. Anak-anak tidak hanya belajar bersaing, tetapi juga belajar berinteraksi, menghargai perbedaan, dan menikmati kebersamaan dalam suasana yang menyenangkan.
Di akhir keterangannya, Selvia berharap kegiatan seperti ini bisa terus digelar setiap tahun.
“Semoga kegiatan ini menjadi tradisi yang positif dan berkelanjutan. Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang aktif, percaya diri, dan memiliki semangat nasionalisme yang kuat,” pungkasnya.
(Darman)




