Banjir Terjang Barru, Jembatan Penghubung Lumpuh! Kisah Heroik Warga Nepo Bangun Kembali Asa
Barru (Sulawesi Selatan), dimensitivinews.com.
Di tengah guyuran hujan yang tak henti-hentinya, semangat gotong royong warga Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, kembali membara. Jembatan darurat penghubung Dusun Mareppang dan Pakka, yang menjadi urat nadi perekonomian dan pendidikan, ambruk lagi diterjang banjir bandang. Ini bukan kali pertama, tapi warga tak menyerah!
Dengan peralatan seadanya, puluhan warga bahu-membahu membangun kembali jembatan yang roboh akibat derasnya arus air dari kaki Gunung Lampe’e. Batang bambu, kayu gelondongan, dan papan bekas menjadi saksi bisu perjuangan mereka. Sejak malam 26 Oktober 2025, semangat pantang menyerah terpancar dari wajah-wajah lelah namun penuh harapan.
"Kalau jembatan ini putus, anak-anak sekolah tidak bisa lewat, guru-guru juga kesulitan mengajar. Hasil pertanian juga sulit dijual," ungkap seorang warga Dusun Mareppang, menggambarkan betapa vitalnya jembatan ini bagi kehidupan mereka.
Banjir yang melanda Mallusetasi disebabkan oleh tingginya curah hujan yang menyebabkan debit air sungai meluap. Selain merendam pemukiman dan lahan pertanian, banjir juga merusak infrastruktur jalan. Tim Dimensi TV melaporkan tidak ada korban jiwa, namun sejumlah hewan ternak hanyut dan lahan pertanian terancam gagal panen.
Kepala Dusun Pakka berharap pemerintah daerah segera turun tangan membangun jembatan permanen yang lebih kokoh. "Kami berharap pemerintah tidak hanya melihat ini sebagai bencana kecil. Jembatan ini sangat penting. Kalau terus dibiarkan seperti ini, warga akan selalu terisolasi setiap musim hujan tiba," tegasnya.
Pemerintah desa mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Di tengah keterbatasan, semangat gotong royong warga Desa Nepo menjadi inspirasi. Mereka membuktikan bahwa solidaritas dan kepedulian adalah kekuatan utama dalam menghadapi bencana. Namun, sampai kapan mereka harus berjuang sendiri?
(Darman)


